MENGAKTIFKAN INDERA KEENAM UNTUK MELIHAT ALLAH SWT

Dan barang siapa di dunia ini buta hatinya, maka di akhirat nanti juga akan buta, dan lebih sesat lagi jalannya.

(QS. Al-Israa’ [17]: 72)

 

Mendengar kata ‘indera keenam’ pasti yang terbayang dalam benak kita adalah orang-orang sakti yang memiliki ilmu kanuragan tinggi, sakti mandraguna, bisa melihat apa yang orang lain tidak bisa lihat, dan bisa merasakan apa yang orang lain tidak rasakan. Manusia sebenarnya memiliki enam indera. Namun yang kita tahu selama ini hanyalah lima indera saja atau yang biasa disebut ‘panca indera’. Fungsi dan mekanisme kerja indera keenam dan panca indera sangat berbeda.

Panca indera terdiri dari mata, telinga, hidung, lidah dan kulit. Mata, digunakan untuk melihat. Hanya dapat melihat sesuatu apabila ada cahaya. Secara fisika, benda dapat kita lihat karena benda tersebut memantulkan cahaya ke mata kita. Jika tidak ada pantulan cahaya, meskipun di depan kita ada suatu benda, benda tersebut tidak akan bisa kita lihat. Misalnya dalam kegelapan, kita bahkan tidak akan mampu melihat tangan kita sendiri. Maka bersyukurlah kepada Allah SWT karena diberikannya sinar atau cahaya.

Indera penglihatan ini memiliki keterbatasan. Ia hanya mampu melihat jika ada pantulan cahaya pada frekuensi 10 pangkat 14 Hz. Mata tidak bisa melihat benda yang terlalu jauh. Tidak bisa melihat benda yang terlampau kecil seperti sel-sel ataupun bakteri. Tidak bisa melihat benda yang ada dibalik tembok. Bahkan mata kita sering ‘tertipu’ dengan berbagai kejadian. Misalnya pada siang hari yang terik, dari kejauhan terlihat air yang mengeluarkan uap di atas jalan beraspal. Namun apabila kita mendekat ternyata yang kita lihat tidak benar adanya. Ini yang kita sebut fatamorgana. Tipuan lain adalah pembiasan benda lurus dalam air, sehingga benda tersebut kelihatan bengkok. Bintang yang kita lihat di langit sangat kecil ternyata sungguh sangat besar, dan lebih besar dari bumi yang kita tempati.

Penglihatan oleh mata kita sangat kondisional, seringkali tidak ‘menceritakan’ keadaan yang sesungguhnya pada otak kita. Bukti-bukti di atas memberikan gambaran bahwa indera mata kita mengalami distorsi alias penyimpangan yang sangat besar. Namun, mata inilah yang kita gunakan untuk melihat dan memahami dunia nyata yang ada di luar diri kita. Matapun tidak bisa melihat apa yang ada dalam diri kita dan yang ada dalam diri orang lain. Apa yang orang lain pikirkan dan rasakan tidak bisa dilihat oleh mata. Mata sungguh sangat terbatas.

Namun keterbatasan ini harus pula kita syukuri. Bayangkan saja apabila mata kita bisa melihat benda yang ukurannya mikroskopis seperti bakteri ataupun jamur. Maka kita tidak akan bisa makan dengan tenang dan nikmat, sebab semua makanan yang kita makan mengandung bakteri dan jamur yang bentuknya sangat menyeramkan. Satu menit saja kita menyimpan makanan dalam keadaan terbuka maka jamur dan bakteri sudah ada pada makanan tersebut. Atau seandainya mata kita tidak terbatas, maka kita akan bisa melihat setan-setan dan jin-jin yang berkeliaran di sekitar kita, dapat melihat orang di balik tembok, dapat melihat proses pencernaan yang terjadi dalam tubuh kita sendiri sehingga menjadi kotoran. Sungguh kehidupan kita akan sangat menyeramkan.

Indera selanjutnya adalah telinga. Ia merupakan organ tubuh yang digunakan untuk mendengarkan suara. Telinga hanya bisa mendengar suara pada frekuensi 20 s/d 20 ribu Hz. Suara yang memiliki frekuensi tersebut akan menggetarkan gendang telinga kita, untuk kemudian diteruskan ke otak oleh saraf-saraf pendengar. Hasil dari interpretasi otak, suara dapat ditandai dan dikerahui. Apabila suara getarannya dibawah 20 Hz maka suara tidak bisa didengar, dan apabila melebihi 20 ribu Hz maka suarapun tidak akan mampu didengar dan bahkan gendang telinga akan pecah alias rusak.

Pada intinya telinga kitapun memiliki keterbatasan layaknya mata. Allah SWT memberikan batasan pendengaran pada kita sebagai karunia dan rahmat yang harus pula kita syukuri. Bayangkan saja jika pendengaran kita tidak dibatasi, maka kita akan bisa mendengarkan suara-suara binatang malam, juga kita bisa mendengarkan suara jin sedang bercakap-cakap, dan lain sebagainya, maka hidup kitapun tidak akan tenang.

Indera yang ketiga adalah hidung. Indera ini digunakan untuk merasakan bau. Di dalam rongga hidung terdapat saraf-saraf yang akan menerima rangsangan bau yang masuk. Selanjutnya saraf menghantarkannya ke otak untuk diterjemahkan. Sebagaimana mata dan telinga, hidung juga memiliki keterbatasan kemampuan. Misalnya, apabila hidung kita menerima aroma makanan yang terlalu pedas maka kita akan bersin-bersin. Apabila hidung sering merasakan bau busuk maka kepekaannya terhadap bau busuk akan hilang. Misalnya kita tinggal di lingkungan yang banyak sampah berbau busuk. Awalnya kita amat terganggu dan tidak tahan dengan bau tersebut, namun lama kelamaan kita tidak akan merasakan bau busuk tersebut.

Indera keempat dan kelima adalah indera pengecap dan peraba, yakni lidah dan kulit. Lidah digunakan untuk mengecap rasa, sedangkan kulit untuk merasakan kasar, halus, panas, dingin, dan lain-lain. Kedua indera inipun memiliki keterbatasan dalam memahami fakta yang ada di luar dirinya. Kalau kulit kita dibiasakan dengan benda kasar terus dalam kurun waktu yang lama, maka kepekaan kulit kita untuk memahami benda yang halus juga akan berkurang. Begitu juga dengan kemampuan lidah kita. Dalam kondisi tertentu, misalnya kita terbiasa dengan makanan pedas, maka lidah tidak akan merasakan enaknya makanan yang tidak terasa pedas.

Dengan berbagai penjelasan di atas tidak diragukan lagi bahwa lima indera yang kita miliki semuanya serba terbatas, kondisional, dan seringkali tertipu oleh hal-hal yang sebenarnya jelas namun terinterpretasi secara tidak jelas. Sebenarnya manusia memiliki indera yang lebih hebat lagi dibandingkan dengan panca indera. Itulah indera keenam. Setiap orang memiliki indera keenam yang bisa berfungsi melihat, mendengar, merasakan, dan membau sekaligus. Indera tersebut yakni hati kita. Akan tetapi beberapa potensi fungsi hati di atas tidak pernah mampu kita maksimalkan. Kenapa? karena memang kita tidak pernah melatihnya.

Manusia terlahir sudah memiliki indera keenam yang berfungsi dengan baik. Karena itu seorang bayi dapat melihat ‘dunia dalamnya’. Ia menangis dan tertawa sendiri karena melihat ada ‘dunia lain’. Seorang anak pada masa balitanya bisa melihat dunia jin misalnya. Akan tetapi seiring dengan bertambahnya waktu, kemampuan indera keenam tersebut menurun drastis. Sebabnya adalah orang tua kita tidak melatih indera keenam kita. Mereka lebih melatih panca indera kita untuk memahami dunia luar. Orangtua kita sangat risau apabila kita tidak bisa menggunakan panca indera kita dengan baik. Namun sebenarnya kemampuan penginderaan hati kita jauh lebih dahsyat.

Hati kita bisa merasakan, melihat, dan mendengar apa yang tidak dirasakan, dilihat, dan didengar oleh panca indera. Kita bisa ‘kenalan’ dengan Allah SWT hanya dengan cara mengaktifkan fungsi hati kita dengan baik. Kita bisa melihat Allah hanya dengan hati kita, bukan dengan mata. Kita bisa merasakan adanya Allah bukan dengan kulit kita, namun dengan hati. Allah SWT sudah mengingatkan kita dalam Alqur’an akan pentingnya menghidupkan hati, dalam Alqur’an surat Al-Israa’ [17] ayat 72 disebutkan: 

“dan barang siapa di dunia ini buta hatinya, maka di akhirat nanti juga akan buta, dan lebih sesat lagi jalannya”.

Rasulullah SAW pernah mengingatkan para sahabat akan pentingnya mengedepankan fungsi hati sebagai raja bagi kehidupan. Apabila kita menjadikan akal kita sebagai raja dan hati menjadi pengawalnya, maka tunggulah kehancuran hidup kita. Hati kita akan tertutup dengan bercak hitam sehingga kita tidak mampu mengenal Allah. Akal menjadi raja untuk diri kita karena kita membiasakan diri menilai kebahagiaan hidup hanya melalui apa yang dirasakan di dunia ini saja. Yang dilihat oleh mata, didengar oleh telinga, dirasakan oleh lidah dan kulit, semuanya diinterpretasikan di otak (akal). Sehingga kitapun lebih memercayai rsio, logika dan nalar kita untuk mengukur kebahagiaan hidup. Pola ini akan membawa kita pada pola hidup yang mengandalkan akal dan mengesampingkan hati nurani. Banyak orang yang pintar dan cerdas dalam menguasai suatu ilmu namun kering akan ruhani ketuhanan. Mereka tidak mampu melihat sesuatu yang metafisik, sesuatu dibalik segala ciptaan yang tak terbatas. Mereka akhirnya juga tidak mampu mereguk nikmatnya ibadah dan tidak mampu merasakan kehadiran Allah SWT.

 Berbeda halnya apabila hati kita yang menjadi raja bagi diri kita. Kita akan bisa merasakan kehadiran Allah SWT dalam hidup kita. Dalam kehidupan sosial, kita juga bisa merasakan apa yang orang lain rasakan (peka). Oleh karena itu jadikanlah hati sebagai raja bagi diri kita.

Orang yang tidak melatih hatinya saat hidup di dunia – sehingga hatinya tertutup – maka mereka akan dibangkitkan oleh Allah SWT di akhirat nanti dalam keadaan buta. Dalam surat Thahaa [20] ayat 124 disebutkan:

“Barangsiapa yang berpaling dari peringatanKu, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan kami akan menghimpunnya pada hari kiamat dalam keadaan buta”.

Lalu, bagaimanakah cara melatih hati kita untuk bisa ‘melihat’ Allah SWT? Mari kita menuntut ilmu demi mengharap ridha Allah SWT, bekerja karena Allah SWT, sholat, puasa, bersedekah, dzikir, do’a, dan semua bentuk ibadah adalah karena Allah SWT, dengan hati yang tulus dan ikhlas. Insya Allah kita akan bisa melihat Allah SWT di dunia ini dan juga di akhirat kelak. Wallahu a’alam bi showab.

 

Muhammad Nizaar

Pengurus Takmir Masjid Baitul Qohhar UII Cik Ditiro

63 Responses to this post.

  1. Posted by ................ on March 7, 2008 at 4:41 am

    awalnya aku gak percaya memiliki indera keenam. aku sering melihat kejadian – kejadian aneh dan sering berkomunikasi dengan jin dan hantu. tapi,apa itu yang disebut dengan indera keenam.

    Reply

  2. saya selalu yakin kalau indera keenam itu ada

    Reply

  3. Posted by hari nugroho on March 11, 2008 at 3:57 pm

    saya sedikit kurang sependapat jika dikatakan untuk “melihat Allah..” mungkin yang dimaksudkan oleh penulis adalah melihat keagunganNya dbalik hamparan setiap ciptaanNya…memang, hati ini mampu merasakan kehadiranNya….akan tetapi sekali lagi organ anggota tubuh ini terlalu tumpul untuk melihatNya -dalam arti melihat sesungguhnya- apalagi untuk melihat dZatNya yang sedemikian besar, karena sesuatu yang dapat dilihat oleh mata berarti dapat dikuasai..sedang Dia adalah Maha Kuasa atas segala sesuatu…kita hanyalah sebutir debu…. DzatNya seemikian besar hingga alam semesta ini pun tak kuasa membendung dzatNya…melainkan alam semesta inilah yang berada di dalam dzatNya…subhanallah…betapa kita ini sebenarnya “terendam didalam dzatNya…”
    lalu bagaimana caranya untuk melebur bersatu dengaNya?
    untuk melebur bersatu dngannya tak cukup dengan mengaktifkan indera keenam kita, akan tetapi mengamalkan segala sifat2Nya dalam asmaul Husna dan menghidupkan kembali kemuliaan akhlak baginda Rosulullah saw.. maka ego eksistensi kita akan lenyap perlahan2 sedang yang tampak dan bersinar adalah ego dan eksistensi Sang iLLahi Rabbi……. “Dan apabila aku mencintai hamba2Ku maka jadilah aku pendengarannya untuk mendengar, penglihatannya untuk melihat, tangannya dengannya menghantam dan kakinya dengannya ia berjalan….” (hadist Qudsi)

    Reply

  4. Sekedar berbagi,ada kalimat dr teman yg buat sy sgt ampuh utk merasakan keberadaan Allah. Cukup dgn melafalkan dlm hati dgn ikhlas hanya berharap padaNya.
    “ya Allah.. aku mencintaiMu dan aku membutuhkanMu..
    Kumohon..datang dan terangilah hati ini..”

    Reply

  5. Posted by Birrul Walidain on April 13, 2008 at 10:22 am

    Allah sangat sayang denganku tapi aku sering mengingkari dan menyakiti-Nya dengan amal yang tiada guna.

    Reply

  6. Posted by santikeu on April 14, 2008 at 9:44 am

    Baca buku Quantum Ikhlas (Erbe Sentanu)…referensi melatih mata hati kita untuk meyakini dan membuka kesadaran akan kehidupan dalam Kuasa Nya.

    Reply

  7. Posted by rhai on April 15, 2008 at 3:28 am

    buat birul walidain, segala sesuatu baik itu amal kebaikan maupun buruk atau sia2 akan kembali kepada diri kita dan anda. Manfaat dari setiap amal perbuatan toh kita juga yang akan kelak memetiknya, Jika kita tidak menaati perintahnya atau malah berbuat sesuatu yang sia2 sekali lagi itupun tidak mengurangi keagunganNya dan keperkasaaNya… Allah tidak butuh kita, melainkan kita yang selalu membutuhkanNya

    Reply

  8. Posted by rhai on April 15, 2008 at 3:31 am

    jadi sebenarnya anda lah yang menyakiti diri anda sendiri

    Reply

  9. Posted by zulkhaidir on April 16, 2008 at 8:54 pm

    Manusia diciptakan Allah SWTsebagai penghuni bumi. Adapun hal-hal yang baik dan buruk yang terjadi hanyalah pandangan kita sebagai manusia. Betapa nikmatnya menjadi manusia, segala sesuatu yang terjadi di muka bumi ini adalah kehendak Allah SWT, kita sebagai manusia tinggal menjalaninya. Yang perlu dilakukan manusia sebagai ciptaan Allah SWT hanyalah melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.

    Reply

  10. Posted by kadek on April 20, 2008 at 7:27 am

    saya sangat senang dengan adanya website ini, semoga dengan hadirnya website ini akan dapat memberikan penerangan dan acuan bagi saya khususnya dan masyarakat luas pada umumnya, saya menambahkan sedikit kenapa sajian tidak disampaikan secara lengkap dengan teori?
    sekian dan terima kasih.

    Reply

  11. Posted by Ramli on April 30, 2008 at 1:43 am

    Dengan melihat diri kita sendiri yang dulu tidak ada menjadi ada, adalah salah satu cara untuk melihat ALLAH itu ada. Wujudnya seperti apa? nanti diakhirat, Allah akan tampakan wajahnya dihadapan kita semua – khusus bagi orang2 yg bertaqwa.Insya Allah

    Reply

  12. Posted by Hari Nugroho on May 2, 2008 at 4:29 am

    buat saudara Ramli maaf saya tidak sependapat dengan anda. Selamanya kita tidak pernah mampu untuk melihat Allah “dalam arti yang sebenarnya”, sekalipun ketika kita berada di dalam surga. Kita tidak akan pernah mampu untuk melihatnya, bahkan ketika Allah hendak menampakkan di hadapan Nabi musa as. maka gunung yang ada dihadapannya hancur dan musa as, pun jatuh pingsan. Logikanya, melihat cahaya matahari saja jika berlama2, akan membuat mata kita menjadi buta.

    Karena sesuatu yang bisa dilihat berarti dapat dikuasai oleh mata manusia…
    memangnya kita ini siapa??

    Kita hanya bisa atau mampu merasakan kehadiranNya, tanda2Nya dan kekuasaanNya yang terbentang dimana2 (untuk lebih jelas baca, artikel saya judul “Memahami Kehadiran Allah”, buletin al rasikh). Kita tidak usah perlu mencari Allah itu dimana, karena Dia sudah teramat dekat dengan kita, namun secara kualitas kadang kita merasa dekat, kadang jauh, bergantung dari kualitas ibadah dan upaya kita untuk mendekat kepadanya….

    Lihatlah ibrahim as, ketika mencari Allah di gugusan bintang2, matahari dan bulan.. dan akhirnya beliau menemukan kepasrahannya yang begitu dalam. Jika ilmuan2 lainnya menemukan pesawat, roda, rumus2 relatifitas fisika dsb,. Maka iBrahim telah “menemukan” Tuhan. Betapa hebatnya beliau. Ibrahim as adalah sesosok manusia yang memiliki pemikiran maju pada masanya untuk memahami kehadiranNya.

    Sekali lagi, yang ditemukannya adalah Dzat yang dapat menguasai jiwa raga manusia. Tidak mustahil Allah memberikan gelar kepada beliau sebagai “kholiullah” (kesayangan Allah) hingga tiga umat beragama -islam, nasrani, Yahudi- mengakui keistimewaan dan kemuliaan ibrahim. Rosulullah pun hanya melanjutkan agama ibrahim yang lurus.

    Katakanlah: “Sesungguhnya aku telah ditunjuki oleh Tuhanku kepada jalan yang lurus, (yaitu) agama yang benar; agama Ibrahim yang lurus; dan Ibrahim itu bukanlah termasuk orang-orang yang musyrik”.(Q.S Al Anam: 161)

    Untuk memahami wajahNya kita tidak perlu menunggu2 di surga. Coba yuk mari kita berjalan2, jangan hanya duduk termenung di masjid saja. karena memang Allah mengajak kita untuk bertyamasya untuk melihat wajahNya..

    “Berjalanlah kamu (di muka) bumi, lalu perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang berdosa.(Q.S An Naml; 69)

    Katakanlah: “Berjalanlah di (muka) bumi, maka perhatikanlah bagaimana Allah menciptakan (manusia) dari permulaannya, kemudian Allah menjadikannya sekali lagi. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (Q.S Al Ankabut; 20)

    Dialah Yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan. ( Q.S Al Mulk; 15)

    dengan begitu kita akan menyadari bahwa kekuasaan Allah itu terbentang dimana2… melihat keindahan dan keharmonisan ciptaanNya saja membuat kita terperangah takjub!! Sungguh tak terbayangkan bahkan hanya membuat gila orang yang berusaha membayangkan rupa wujud Tuhan yang sebenarnya…

    Yuk mari kita menemuiNya disini, di dunia. sebelum menemuiNya disana -di alam Baqa’-dalam keadaan ridho dan diridhoiNya. Semoga, Amin.

    Reply

  13. Posted by Hari Nugroho on May 2, 2008 at 6:29 am

    Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka ke mana pun kamu menghadap di situlah wajah Allah. Sesungguhnya Allah Maha Luas (rahmat-Nya) lagi Maha Mengetahui.
    (Q.S Al Baqarah [2]: 115)

    Reply

  14. Assalamualaikum wr wb

    Reply

  15. Posted by pearne on May 8, 2008 at 6:05 am

    saya hanya ingin mengupas lebih dalam orang2 bagaimana yang mampu mengasah indera ke enamnya? apakah ciri seperti (yang saya alami dari kecil dan meningkat semakin menakutkan sekarang) dapat mengetahui hal2 yang saya dan anggota keluarga serta teman2 yang saya kenal dan akan menjadi teman saya nantinya, akan alami, melihathal2 yang kasat mata, menyampaikan “pesan2″ dari “mereka2″ yang telah beda alam untuk disampaikan kepada orang2 yang telah ditinggalkan dan sangat “mereka: sayangi, dan serentetan kejadian yang mungkin orang yang “tidak mengasah indera ke enam”nya tidak bisa walau hanya membayangkan suatu kejadian? saya sangat tertekan dengan semua ini. mohon bantuan dan sarannya. apakah ini ada hubungannya dengan leluhur? mengapa dari (setelah saya selidiki) semua anggota keluarga besar saya, baik dari ayah maupun ibu, tidak ada yang seperti saya.? saya merasa “tidak normal” dibanding kebanyakan orang diluar sana. mohon bantuannya…………. terima kasih….

    Reply

  16. Bismillahirahmanirahim sucikan hati kamu dengan zikirullah darjah melalui guru mursyid, sabda Rasullah Selullahualaihiwasalam setiap benda ada penyucinya dan menyuci hati adalah zikirullah, ulama muktabar mengatakan zikirullah ada dua hasanah dan darjah semoga berhasil amin

    Reply

  17. Posted by sufimuda on August 2, 2008 at 1:31 am

    Indera ke enam itu masih bisa ditipu oleh Jin yang memiliki ilmu yang sangat tinggi.
    Melihat Allah hanya bisa terjadi atas bimbingan seorang Mursyid agar tidak tersesat.

    Reply

  18. Posted by El Jallaludin Rumi on August 2, 2008 at 8:15 am

    mata bahkan jasad ini terlalu kotor untuk memandangNya… maka, bukan dengan mata kepala.

    dengan Cinta…

    darimanakah cinta itu???

    dari kesucian jiwanya

    Reply

  19. Posted by Abahselatan on August 8, 2008 at 5:41 am

    :)

    salam kenal saudara sekalian., bila ada yang ingin melihat Tuhan, maka lihat lah diri sendiri., bukankah Tuhan telah mengatakan dalam Al-Qur’an “……Telah kutiupkan sebagian RUH KU, dalam ruh manusia dalam kandungan…..”

    nah ini yang perlu kita liat dan perhatikan apakah ruh itu, dan untuk dapat mengenal diri dengan sebenar diri mari kita mencari Guru yang dapat membimbing hati nurani., karena hanya denga ruh pula kita dapat melihat Tuhan, dan bila kita telah dapat melihat Tuhan dengan ruh, maka dengan pasti saudaraku kita dapat melihat Tuhan dengan mata kepala kita masing-masing. “…hanya orang-orang yang diberi petunjuk yang akan mendapat petunjuk dan bertemu dengan waliyullah yang dapat membawa umat manusia bertemu Tuhan..”

    salam kenal saudar semua..

    Reply

  20. Posted by Dina on September 5, 2008 at 2:50 pm

    salam kenal to semua akhi wa ukhti….
    saya merasakan indra keeanam saya memberikan dampak positif bg saya…
    salahkah bila saya terus mengasah dan mempertahankannya…

    saya yakin, kelebihan yg diberikan dan datangnya dari ALLAH SWT, pasti bermanfaat bg hambanya dan ada hikmah di balik semua yg terjadi….

    saya yakin ALLAH selalu meridhoi hambanya yang berada di jalanNYA….

    Reply

  21. Ass wr wb.
    Ya Allah Ya Ahad, ya Hayyu ya Qoyyum, Ya A’la, Ya Rohman Ya Rohim, Allahula illa ha illa hual hayul Qoyyum, Wa illa hukum Ila wahidun laillaha illa anta, Allahusomad Lam Yalid Walam Yulad Walam Yakul lahu kufuan ahad. Allahuma sholi ala muhammad nabiyil umiyi wa ala alihi wasohbihi wasalim.

    Kekanglah tujuh nafsumu, ,munculkanlah mutmainahmu, berzikirlah (Syukur, Tawakal dan Sabar). semua ini adalah cobaan bagimu.

    bagaimana engkau dapat merasakan kehadiran allah SWT, sedang engkau masih menyembah nafsu.

    bagaimana engkau dapat merasakan kehadiran allah SWT, sedang engkau tidak yakin akan bertemu allah SWT.

    bagaimana engkau dapat merasakan kehadiran allah SWT, sedang engkau Masih Terhijab…..

    Wahai saudaraku pecinta, pencari Allah Al Haqq, Biarkan lah Doa dan Zikir kita sebagai pembuka dan Nabi Muhamad SAW Sebagai penutun dan Ridhonya Sebagai Penutup..

    Biarkalah Sirr terpendam dalam diri kita…nur yang menerangi gelap….
    wahai pencinta……mengapa engkau mencari…..ia allah sangat dekat lebih dekat dari bisikan hatimu, lebih dekat dari nuranimu….

    wahai saudaraku… istiqomahlah…….jagalah pintu masuk pasukan syaten dalam dirimu…. dan bila engakau dikehendaki allah untuk menjadi walinya…. maka tak dapat terucap…….. selain zikirnya… amin

    semoga kita semua dilimpahkan rahmat dan dimasukkan kedalam surga firdaus dan melihat allah dengan hakul yakin…. amin

    Reply

  22. Posted by Andrea.L.W on September 12, 2008 at 10:07 am

    Allah itu sbenarnya sangat sayang sm saya,
    tp jstru saya malah mmbalas kbaikanNya dgn prbuatan dosa dn sia2..

    Saya mnyesal dan saya ingin skali, terus dkat dgnNya

    Reply

  23. Posted by didi sutisna on September 16, 2008 at 7:20 am

    di atas semuanya ngomongin ketemeu Allah…kalo menurut saya…ketemu sama Allah di dunia…bukan hal yg mustahil….karena ada dalil rujatullahi taala fi dunya bil aenil kolbi…, nah bisa kan dengan kalbu….tapi tanggalin dulu tuh dunia…(badan kita) karena ini yg jadi hijab…kalo kata orang dulu mah..mati sebelum mati…yg bisa kelihat itu sifatnya…tapi jgn salah salah kalo kita udah melihat sifatullah pasti melihat dzatnya…karena dzat dan sifat itu satu tidak ada sifat kalo tidak ada dzat dan tidak ada dzat kalo tidak ada sifat….contohnya api dan panasnya…gula dengan manisnya…jadi sudah menjadi satu….tapi jgn salah melihat nya dengan kalbu…..atau dengan mata hati…..nanti akan berpandang pandangan deh kalo diijinin sama Allah….ini penting….sebab awal-awalnya ibadah itu harus kenal dulu sama yg mau diibadahin….atau awallu din ma’rifatullahi….ini intinya….ma’rifat tuh bukan tahu ada ciptaannya…itu mah anak kecil juga tahu….

    Reply

  24. bagaimana cara mengaktifkan indera ke 6,agar bisa memiliki daya kebatinan tersendiri..mhon jawab via email q..thx

    Reply

  25. Posted by musadek on November 18, 2008 at 5:39 pm

    Pemikiran manusia itu majemuk..yang penting segala pemikiran itu dimulai dengan Basmallah. Manusia memiliki akal dalam berfikir. Jika akal di bungkus dengan iman yang baik, maka Allah swt akan melindungi dan memberikan jawaban yang terang. Dengan berdebat seperti ini adalah bukti KALIAN “semua” mencintai Allah swt. Semoga Allah memberikan ‘RAHMAT DAN HIDAYAH’ kepada kita UMAT ISLAM yang di cintaiNya. Amin

    Reply

  26. Posted by sarjiyanto on November 21, 2008 at 6:45 am

    bagamana caranya untuk mengasah indra keenam?

    Reply

  27. memang indera ke 6 itu ada tapi dimana? bagaimana cara mengaktifkannya?

    logik sederhana saja, nabi MUSA AS yang sakti mandraguna saja tidak dapat melihat Allah SWT, ketika itu Allah SWT memerintahkan untuk melihat gunung kalau gunung itu tetap kokoh maka kamu pasti akan melihat Allah SWT tapi gunung itu hancur dan nabi MUSA AS pun pingsan khan.

    Indera ke 6 itu untuk apa sih?

    Kalau mau tahu coba kunjungi aku di
    http://fusion-kandagalante.blogspot.com

    biar gak pusing pilih saja
    http://fusion-kandagalante.blogspot.com/search/label/tm
    or
    http://fusion-kandagalante.blogspot.com/search/label/TD juga ok

    Reply

  28. Syalooom… Salam sejahtera buat kalian semua….
    Sebelumnya saya minta m’f, walaupun Pengalaman saya tidak banyak ( belum pernah Melihat Tuhan Kita) saya tdk setuju dgn pendapat saudara Hary Nugroho sebab sepengetahuan saya suatu saat pasti kita akan melihat Tuhan, Kapan?, Dimana?, Mengapa?, Bagaimana?, dan dgn tujuan Apa?, kita tdk tahu, karena Tuhan sudah buat rencana kepada Setiap Manusia yang telah Dia ciptakan dan itu salah satu Rahasia Allah.

    Reply

  29. Posted by yogi mistraji on December 25, 2008 at 2:38 am

    saya ingin sekali dekat dengan allah hari-hari ingin terus berdekatan dengan allah, tapi hati saya merasa sudah jauh dari allah karena maksiat yang terus tiap hari saya kerjakan ikhwan akhwat doakanlah saya supaya diberi kekuatan bathin untuk bisa hidup dengan melihat dan dibimbing oleh allah. ya allah ampunilah dosa saya yang saangaaaat banyak.

    Reply

  30. Bismillahhirahmanhirahim..
    Assalamualaikum wr wb..

    Senang sekali bisa membaca artikel ini..
    Bagi kawan2nya yang mencari atau yang membutuhkan metode praktis mengingat Allah dan Mengingat akhirat.
    Bisa kunjungi website kami : http://www.tafakur.com

    Insya Allah bermanfaat
    terima kasih

    Herry Suprastowo

    Reply

  31. Posted by arif on February 13, 2009 at 5:51 pm

    Yakinlah bahawa allah swt. melihat kita…

    Reply

    • Posted by aa on June 14, 2009 at 10:07 am

      saya setuju dengan arif ” jika kita dekat dengan Allah sejengkal saja maka Alalh akan dekat dengan kita satu dhiro’ “

      Reply

  32. Posted by zuwendra on February 15, 2009 at 2:21 pm

    saya setuju dengan Saudara.Bahwa Allah meniupkan rohNya kedalam rahim ibu kita.jadi memang ada titik Allah dalam diri kita,mungkin apa yang disebut dengan hati nurani yang tidak pernah bohong.Agar titik Tuhan tsb selalu hadir pada diri kita, maka kita wajib untuk menjaga hubungan dengan Allah, yaitu dengan ikhlas menjalankan perintahnya (rukun Islam dan rukun Iman),ditambah dengan ibadah-ibadah sunah lainnya seperti Shalat Sunnah Rawtib,Tahajud,dhuha,dll,termasuk rajin bersedekah.

    Reply

  33. Kita diciptakan ke dunia hanya utk ibadah, lakukan aja dg ikhlas tanpa ada kepentingan lain kpd alloh seperti ingin pengaktifkan indra ke 6 atw ingin jd wali, ibadah kita adalah wujud syukur kpd alloh.

    Reply

  34. Asslkum.
    Menurut aku semua jawaban yang benar milik Allah, Al Quran ciptaan Allah. Untuk semuanya kawan-kawanku marilah kita kembali baca dan mengkaji arti dari setiap bacaan/tulisan Allah tsb ( Al-Qur’an).
    Jujur saat mengetik ini saya dalam posisi yang bimbang yang sangat berat bebannya, tapi saya tulus ingin melihat Allah (jawaban yang sebenarnya bwt saya dengan kembali membuka dan mengkaji Al Qur’an dengan”semampu saya”) untuk bisa melihat kebenaran.
    Dan untuk kawan-kawanku janganlah pernah merasa tinggi dengan apa yang dimiliki oleh kita, karena menurut saya itu semua hanyalah titipan Allah yang harus dikaji dan disampaikan kedunia untuk membantu sesama dan coba amati pertanyaan saya ini :
    “Allah membedakan umatnya dari apanya???????”
    sory sob gw cuma berpendapat di bLog ini..Ohya satu lagi doain ya biar gw sukses & insyaALLah kalian semua sukses. kita didunia tahun dan abad yang sama, tolong jangan lupa saling mengingatkan dan mendoakan serta kembali untuk melihat firman Allah, hadis t Nabi Muhammad SAW dan Al-Quran.
    thnx N out
    _ariez.keren-

    Reply

  35. Assalamualaikum ,,???

    Untuk semua saudara muslimin-muslimah…!!

    Dzikrullah…..!!!!! Dzikrullah…..!!!!! Dzikrullah….!!!

    Dzikir Sir & Dzikir Zahar

    Allah akan menemui siapa-siapa saja yang Allah kehendaki…!!!

    Allah itu dekat

    kemanapun engkau menghadap disitulah wajah Allah

    Allah maha pengampun …!!!

    Wassalamualaikum…!!!!

    Reply

  36. Posted by nadya on March 3, 2009 at 11:04 am

    allah,allah,allah..
    maha besar allah..
    ggu yakin allah menyayangi umut-umatna..
    ggu cinta ALLAH…
    LOVE YOU FOREVER ALLAH.

    Reply

  37. assalamualaikum wr wb.
    saya srg mrasakan bhwa indra ke enam tlh aktf,, saya hrp saya bisa mrsakan indra ke tujuh yaitu suatu bntk indra yg terletak pd pkiran. lau indra ke delapan, maka saya akn bs hdp bhgia di dunia, tp tdk dgn indra kesembilan, karena itu adalah indra mkhluk halus/ghaib yang apabila tak bisa di kontrol akan menjadi suatu malapetaka yg mnmpa dr anda. wspadalah dngan alat indra, jgn brhrap lebih dr lima bila blm bisa mmprtanggungjwbkan indra ytang ada, yg slama ini srg mnjadi dosa dan budak nafsu belaka

    Reply

  38. sy setuju dan pernah ditolong dg orang2x yang punya indera ke 6…

    nah.,…klo ga setuju bisa call sy………..

    CHIHO 0813 2777 0107……………

    Thxxxxxxxxxxxxxxxxx

    Reply

  39. Posted by tomi on March 20, 2009 at 2:41 pm

    Saya pikir tak ada yang namanya indra keenam, itu adalah sebutan dari beberapa orang untuk mengungkapkan kebesaran tuhan pada mahluknya, namun penyimpangan yang menimbulkan syirik bagi sebagian orang lainnya yang mengartikan lebih kekuasan tuhan ini. Gaib hanya milik Allah, dan Wajib bagi kita mempercayainya dan meyakininya. Tak ada manusia yang bisa melihat hari esok, tak ada yang bisa melihat jin, tak ada yang bisa melihat malaikat atau sesuatu yang luar biasa bagi orang lain dan yang paling gila adalah kemampuan MELIHAT TUHAN. SETIAP ORANG PERNAH DALAM HIDUPNYA MERASAKAN SESUATU AKAN TERJADI ATAU KEINGINANNYA YANG KEMUDIAN MEMANG TERJADI namun itu hanyalah menunjukan kebesaran tuhan terhadap mahluknya untuk berpikir dan bertakwa kepadaNYA

    Reply

  40. Posted by alfian on March 21, 2009 at 4:02 pm

    saya sangat teringin belajar mengenali dan melihat Allah.
    tapi adakah benar yang dilihat itu ialah Allah?
    Allah pasti akan menunjukkan diiri-Nya kepada sesiapa yang dikasihi-Nya.
    tetapi adakah di dunia?
    di syurga adalah pasti.setiap hari dan waktu tertentu telah dikhaskan kepada golongan tertentu. tetapi bagi kekasih Allah, Allah akan sentiasa di sampingnya.

    Allah terlalu banyak rahsia-Nya. hanya sedikit sahaja dari golongan jin dan manusia itu dapat mengetahui rahsia itu. di sini bukan kita menidakkan atau membenarkan. manusia itu berbeza. sengaja diciptakan untuk mengisi taman-taman syurga atau lembah-lembah neraka. jadi siapa yang berusaha dia dapat dengan izin dan rahmat dari Allah.
    mengapa tidak mempercayai sebelum berusaha mengenali?
    apakah tujuan kita mencari Allah? adakah ingin memiliki karahmah? atau mahu berbangga dengan pencapaian kiita?
    solat, puasa, mengaji al-quran kerana apa?
    kerana Allah.
    adakah kamu kenal Allah?
    tak.
    jadi kamu nak melihat barang yang kamu tidak kenal?
    pasti sukar mencari barang yang tidak pernah dilihat.
    kesimpulannya, carilah guru mursyid yang benar-benar dapat menyelami hati muridnya. tidak tahu bertanya pada yang tahu. jika bertanya pada yang tidak tahu maka tiadalah jawapannya.

    Reply

  41. Assalamu alaikum wr wb.
    semoga Allah membantu kita untuk membuka hijab dakam hati kita, amin
    sebap apapun yang kita lakukan akan sia sia jika Allah tidak berkenan.
    cobalah untuk membuang semua peri laku yang tidak bagus, kemudian bersihkan hati kita lalu isi kembali dengan sifat yang terpuji.lanjutkan dengan dzikrullah dan kekalkanlah,insyaAllah hijab kita akan terbuka dan betapa indahnya selalu bersamaNya.
    sebap Allah sangat dekat kepada kita lebih dekat dari urat leher kita sendiri.
    untuk lebih selamatnya silahkan membaca buku
    hakikat
    hikmad
    tauhid
    dan
    tasa ‘uf
    insyaAllah selamat dan berbahagia seperti yang saya alami, bahwasannya Allah itu sangat nyata, bersamanya tidak ada rasa gelisah, bahagia yang hakiki dan selamat dunia selamat akhirat dan terhindar dari siksa neraka.
    wastabiqul khairat

    Reply

  42. Posted by Nur Alam S. on March 31, 2009 at 4:08 pm

    Assalamu’alaikum,
    Allahuakbar, Allah Maha Besar, Allah meliputi seluruh alam
    Laahaula walaquwwata illa billah, tiada daya upaya kecuali dengan kekuatan Allah
    Melihat Allah? Apalagi yang mau dilihat?

    Reply

  43. Posted by Bill Argadinata on April 2, 2009 at 9:35 am

    saya yakin bahwa indra ke-enam itu bisa kita manfaatkan untuk kemaslahatan hidup dan ini merupakan sesuatu yg sangat-sangat kita perlukan, tapi bagi kita umat Islam cara melatih dan menggunakan indra ke-enam itu ya melalui zikir tentunya. karena hanya dengan zikir hati kita merasa dekat dengan Allah,tenang,tentram,optimis dab hati ini jadi bercahaya. dan dengan hati yang bercahaya kita bisa melihat segala sesuatu melebihi jangkauan panca indra.jadi kesimpulannya panca indra dan indra ke-enam memerlukan “cahaya” dalam melihat sesuatu namun indra ke-enam ini dapat melihat maka kita harus berusaha memperoleh cahaya dan yang terpenting berdoa kepada Allah agar hati(indra ke-enam) kita diberikan cahaya, sehingga hidup selamat bahagia dunia dan akhirat…!

    Reply

  44. Posted by Hasbullah Malay on April 3, 2009 at 3:50 am

    Ermm..betol sahabat2 ..
    Semoga kita diberi Cahaya hidayah utk menerangi mata hati kita..
    dalam perjalanan hidup di dunia utk melihat jalan yg lurus..
    Sehingga sampai ke destinasi kita nanti//

    Reply

  45. tolong ajari saya untuk aktifkan indra keenam, pls ya

    Reply

  46. Posted by borneo on May 6, 2009 at 3:45 am

    ass..wah wah ni sapa agi yg bikin web sesatnih..boz..Allah tu g bisa diliat dengan mata telanjang pa lagi key indera ke6..wallahualam q g sependapat dengan ni web sesat…buju buneeeeng..bwt KONCO2 dan Tmn@ jangan terpengaruh ma ni websesat…seneng pade tu IBLIZZZZZZZZ…key..

    Reply

  47. Posted by Dendi on May 6, 2009 at 9:25 am

    Alhamdullilah, diatas langit ada langit, tiap sesuatu tidak diciptakan ALLAH dengan sia-sia. Hormatilah orang lain yg bisa menjadi cermin u-diri kita sendiri.

    Reply

  48. saya setuju sekali, wlw saya memang masih awam . tapi itu semua memang benar, ………

    smg saya bisa cepat bisa menghidupkannya

    mohon do’anya

    Reply

  49. Assalmualaikum,
    Ikut nimrung ;
    Sabda Rosullullah SAW ; Jika engkau ingin melihaat Allah ,Lihatlah dengan kebesarannya, yaitu kau lihat dengan ciptaannya, gunung ,langit,bumi,air,dan lihatlah yang paling dekat adalah dirimu sendiri.
    Jadi :
    Apakah melihat Allah hanya dengan ciptaannya yaitu melihat diri kita, mampu melihat Dzat Allah yang ada dalam hati kita, yang menurut Para SUFI, Hati kita mempunyai ruang untuk kita bisa berkomunikasi dengan Allah?..Komunikasi yang bagaimana?, Kita dan Allah, Kita Dan Rasa Kita,atau kita & Hati ?

    Reply

  50. Kelebihan yang dimiliki oleh manusia,, seperti indra ke-6 ini…menurut saya hal yang Mutlak terjadi dalam kehidupan…benar atau tidak kita serahkan kepada Allah..

    Karena saya pikir mempunyai atau tidak Indra ke-6 itu kita tetap manusia biasa..

    Reply

  51. JOKHON OBOSHOR PAO TOKHON SHADHONA KORO & TOMAR PROVOR PROTI ASHOKTO HOU.

    Apa ini artinya ? – Redaksi -

    Reply

  52. say gak percaya sama pendapat anda………………sedangkan nabi muhammad s.a.w tidak bisa melihatnya…….ni webnya orang kafir ya,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,?

    Reply

  53. Jangan buang2 waktunya Bro… Dengan berdiskusi Ingin melihat Allah. Para Nabi & Rasul Allah sj tidak bisa melihatnya. Kita2 ini siapa…? Hati2…. Jangan Sampai SESATTTTTTT!!!!!!!. NB ” Kalau mau dianggap cerdas, Cari saja hal yg lain. Jangan Mencari TUHAN ….

    Reply

  54. Posted by hamba Allah on July 12, 2009 at 3:42 am

    jaga lah hati wahai saudara ku

    Reply

  55. Posted by hamba Allah on July 12, 2009 at 3:43 am

    dengan hati engkau bisa menang dengan hati engkau bisa kalah

    Reply

  56. semoga ada manfaatnya, amin

    Reply

  57. Posted by liendhajoza on September 10, 2009 at 12:55 pm

    assalammualaikum

    saya mau bertanya…….
    ada pada suatu kejadian yang tengah berlangsung di hadapan saya tetapi saya merasa kejadian itu sudah pernah berlangsung sebelumnya!!!!!!!!!

    apakah itu adalah indera keenam???

    trus pernah juga suatu kejadian misalnya

    ada teman yang mengajak saya bicara dalam hati saya dia akan berbicara dan bertingkah seperti yang saya pikirkan ?????
    apa inikah yang di sebut indera keenam????

    Reply

  58. Posted by freddy on September 12, 2009 at 5:14 pm

    ALLAHUAKBAR… ALLAHUAKBAR…ALLAHUAKBAR…X999.999.999.999.999.999.999.999.999.999.999.999.999.999.999.999.999.999.999.999.999.999.999.999.999.999.999.999.999.999.999.999999.999.999.999.999.999.999.999.999.999.999.999.999.999.999.999…

    Kami sujud, bersyukur pada Mu ya Allah… Telah Kau percayakan sdr ku membuka website yg penting ini…

    Penglihatan pada gusti Allah, menurut hemat saya: tidaklah dipelajari lewat teknik dan metode penginderaan yang dapat diajarkan antara sesama manusia. Karna ianya merupakan limpahan rahmat dan kasih sayang langsung dari Sang Maha Pencipta pada tiap-tiap jiwa manusia yang tidak pernah menyerah dalam usaha pengenalan akan Tuhan NYA disertai penghambaan yang luar biasa pada NYA dlm penilaian langsung dari sisi NYA…

    Apapun yang kita lihat didepan mata kita, di alam raya NYA yang tidak ada batasnya ini, tidak diciptakan NYA dengan sia-sia termasuk gagasan mulia sdrku dari keberadaan website ini.

    Mari bersama kita saling menghargai, memetiknya sbg bahan perenungan pribadi kita tiap-tiap pertukaran pengalaman dan gagasan yg terjadi. Mungkin proses tsb bisa jadi bahan bakar yg menyalakan pelita di hati kita bersama…

    Allahuakbar…Allahuakbar…Allahuaklbar…

    Reply

  59. Posted by Setiawan on September 16, 2009 at 5:58 am

    assalamu alaikum
    terima kasih ya allah yang telah memberikan kesempatan kepada kami untuk beribadah
    saya selalu yakin bahwa indera keenam itu berasal Allah dan diturunkan untuk orang-orang yang dikehendakinya. oleh karena itu, kita sebagai manusia. kita harus bersyukur apa adanya dan jangan mengharapkan yang berlebihan karena allah tdak menyukai hal2 yang berlebihan.
    kekuasaan allah luas tak terhingga oleh ruang dan waktu. Allah adalah tempat segalanya…
    sinar mentari bertasbih
    burung-burung bernyanyi
    angin bertiup memuji
    kekuasaan Allah yang mahabesar dan maha dahsyat
    sekali lagi indera keenam itu adalah karunia Allah yang diturunkan kepada hamba2nya

    Reply

Respond to this post