Semoga Islam Makin Bersinar di Dunia Maya (Internet). Jutaan artikel dapat diperoleh. Mari gunakan kemudahan dalam memperoleh materi-materi tentang Agama Islam. Namun tetap berpegang teguhlah pada Al Qur’an dan Hadist karena manusia tetap mempunyai keterbatasan. Firman Allah, Katakanlah: “Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al Qur`an ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan dia, sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain”. (Al Isra’ : 88)
Assalamualaikum…..Semoga Al-Rasikh memberikan pandangan / refrensi hidup yang jauh bermafaat dan harus berdasarkana dalil Al Quran dan Sunnah ( dengan dasar hadist yang shohih dan jauh dari amalan bi’ah yang sesat menyesatkan) dan membuat pembacanya menjadi pengikut setia Al Quran. Wassalam…
salam kenal dari pengurus dkm fak. kehutanan IPB
semoga melalui blog ini kita biosa saling memperkuat silaturahim dan memperdalam pemahaman keislaman… amin
Semoga al rasikh terus mengembangkan aktualita isinya, baik menyangkut tafsir Al Qur’an, Hadist maupun persoalan keumatan terkini, dengan ulasan yang tuntas. Rubrik tanya jawab agama sangat baik apabila disertakan pula. Selamat berdakwah.
assalamualaikum.wr.wb. alrasikh, jum’at tanggal 4 juli koq ga terbit?? saya bersama rekan2 muslim selalu menunggu artikel jumat al rasikh lho??? mudah2an tema2nya lebih atraktif dari yang kemaren…amien
Assalamualaikum War Wab
Alhamdulillah…. adanya lembar Jum’at dan sangat bermanfaat buat kami, oh yaa… aq kopi beberapa artikel tuk kami pelajari, mohon keihlasannya. Jazakumullah ahsanal jaza’,
alhamdulillah dengan lembar jumat ini memberi kesempatan bagi kami
selaku pengasuh panti /pesantren yatim piatu assurur untuk dapat menyebar
luaskan kepada komentator… mungkin dapat mempublikasikan kami
alamat panti asuhan :
silahkan buka : Blog ;; http://mhthamrin.bloggaul.com
alamat kami di Kebon jeruk Jakarta Barat. telp. 021 71117368, 021 70122065
Makasih…buat lembar jumat Al-Rasikh, selama ane jd Divisi Humsi di LDK kampus Budi Luhur, ane selalu mengambil referensi lembar jumat dari Al-Rasikh soalnya isinya menarik dan berkualitas…
Kami tunggu artikel yg selanjutnya….:D
Terima Kasih..
Saya hanya ingin mengkritisi buletin Al-Rasikh No. 475 Tahun XV/2 (06 November 2009) yang berjudul “Haruskah Kita Dukung Pemerintah?”
Pada artikel ini disebutkan bahwa umat seharusnya mendukung pemerintah selama kebijakan pemerintah tersebut tidak menyalahi apa yang menjadi pegangan umat Islam, yaitu Al-Qur’an dan As-Sunnah (par. 3).
Artikel ini pun mengajak umat untuk mendukung kebijakan-kebijakan yang dijalankan oleh pemerintah, karena pada dasarnya pemerintah tidak mungkin mengambil kebijakan yang membahayakan umat. Dan pada akhirnya, artikel ini mengajak umat untuk menopang pemerintahan Republik Indonesia, karena jika bukan kita, maka siapa lagi?
Ada beberapa hal yang harus dikritisi dalam artikel ini:
1. Artikel ini lupa bahwa pemerintah Indonesia telah melupakan satu hal yang amat vital yang menjadi kewajiban bagi setiap muslim, yaitu berpegang teguh kepada hukum yang telah diturunkan Allah dan menjadikan Allah sebagai satu-satunya Yang Berhak Menciptakan Hukum.
Kita semua tahu bahwa dalam sistem pemerintahan Demokrasi, kedaulatan (hak untuk menciptakan hukum) tidak lagi berada di tangan Allah, namun di tangan manusia. Parlemen dapat memutuskan suatu perundang-undangan yang menyimpang dari syari’at Islam selama mayoritas dewan (yang disebut-sebut sebagai wakil rakyat) mendukungnya. Meskipun anggota-anggota dewan tersebut adalah muslim, mereka tetap memutuskan suatu perkara tanpa melalui proses ijtihad (karena memang mereka tidak dituntut untuk itu, dan sebagian besar dari mereka tidak memiliki kemampuan untuk berijtihad). Yang lebih penting, selama mayoritas anggota dewan/rakyat setuju, maka keputusan itupun akan diambil, terlepas dari syar’i atau tidaknya keputusan tersebut.
Demokrasi telah “memberikan wewenang” kepada manusia untuk menciptakan hukum. Hal ini membuat jutaan rakyat Indonesia tertarik untuk duduk di kursi parlemen, karena dengan duduk di kursi parlemen, mereka dapat menciptakan hukum yang akan memberikan manfaat bagi diri mereka sendiri. Ini adalah hal yang wajar karena manusia adalah makhluk yang dianugerahi hawa nafsu. Pertanyaannya adalah: Dalam persaingan memperebutkan kursi parlemen tersebut, siapakah yang akan menang?
Yang pasti menang tentunya ialah yang kuat, dan mereka yang kuat adalah mereka yang memiliki uang. Dari sinilah watak kapitalisme mulai muncul. Mereka yang ber-uang tentunya adalah kaum kapitalis (pemodal) yang memiliki saham atas industri tertentu. Dengan uangnya, mereka menyokong para politisi untuk naik ke kursi parlemen. Hal ini tentunya tidak dilakukan secara sukarela, atau dengan kata lain: “There’s no free lunch!”
Dampaknya, hampir seluruh anggota dewan terikat oleh kaum kapitalis dalam memutuskan suatu perkara/hukum. Sehingga merupakan hal yang wajar apabila parlemen sering merilis UU yang sangat mendukung kepentingan kaum kapitalis dan menzalimi rakyat.
Jadi dapat disimpulkan, bahwa musuh besar umat saat ini ialah ideologi Kapitalisme beserta produk derivatnya yang berbentuk sistem pemerintahan Demokrasi dan bentuk negara Republik.
Maka, masihkah kita wajib mendukung pemerintah???
Padahal telah nyata bahwa mereka telah memutuskan berbagai perkara tanpa bersandar pada Al-Qur’an dan As-Sunnah.
Padahal telah nyata bahwa kaum muslimin wajib bersandar pada hukum Allah (Syari’ah) dalam memutuskan segala perkaranya.
Padahal telah nyata bahwa Rasulullah saw. telah mencontohkan sebuah bentuk negara dengan sistem pemerintahan yang sangat compatible dengan penerapan Syari’ah secara kaaffah.
Saya ingin mengkritisi artikel buletin Al-Rasikh No. 475 Tahun XV/2 (06 November 2009) yang berjudul “Haruskah Kita Dukung Pemerintah?”
Pada artikel ini disebutkan bahwa umat Islam di Indonesia seharusnya dengan sepenuh hati mendukung pemerintah Republik Indonesia karena pemerintah tidak mungkin mengeluarkan kebijakan yang membahayakan rakyatnya, juga tidak mungkin mengeluarkan kebijakan yang bertentangan dengan (Al-Qur’an dan As-Sunnah) syari’ah.
Artikel ini adalah artikel yang sangat lucu, karena artikel ini tidak menyadari bahwa selama ini pemerintah Indonesia telah menyimpang dari Syari’ah (yang tentunya juga membahayakan umat Islam di negeri kita tercinta).
Penyimpangan apa yang dilakukan oleh pemerintah RI terhadap syari’ah?
Allah SWT berfirman bahwa hanya di tangan-Nya lah hak untuk menciptakan hukum. Sedangkan demokrasi berkata “Vox Populi Vox Dei” yang artinya “Suara Rakyat Adalah Suara Tuhan.” Demokrasi merupakan sebuah sistem pemerintahan yang “memberikan” wewenang kepada manusia (yang notabene dipenuhi oleh hawa nafsu) untuk memutuskan hukum tanpa terikat pada syari’ah, atau dengan kata lain: Kekuasaan dan kedaulatan ada di tangan rakyat. Hal ini dapat kita lihat prakteknya di parlemen.Apakah selama ini mereka (anggota dewan) melakukan ijtihad setiap kali akan memutuskan suatu perundang-undangan? Jawabanya ialah TIDAK!!! Apakah mereka dituntut untuk memutuskan segala sesuatu berdasarkan hukum syara’? Jawabannya ialah TIDAK, mereka dituntut untuk memutuskan segala sesuatu berdasarkan hasil voting (jadi seandainya seluruh anggota dewan menyetujui diadakannya lokalisasi -meskipun mayoritas dari mereka ialah muslim- maka pengadaan lokalisasi pun akan menjadi UU).
Demokrasi ialah produk derivat ideologi Kapitalisme. Dalam Demokrasi, rakyat berlomba-lomba untuk mendapatkan kursi parlemen, karena mereka ingin membuat hukum yang dapat mendukung kepentingan mereka masing-masing (maklum, manusia adalah makhluk yang dipenuhi hawa nafsu). Pertanyaannya ialah: Dalam perlombaan ini, siapa yang akan menang? Jawabnya: Mereka yang kuat. Pertanyaan lagi: Siapakah yang kuat? Jawabnya: Para pemilik modal (kaum kapitalis).
Kaum kapitalis memberikan modal kepada sebagian rakyat (baca: politisi) agar dapat melakukan kampanye secara besar-besaran sehingga mereka dapat meraih kursi parlemen. Tentunya aktivitas pemodalan ini tidak dilakukan dengan sukarela, atau dengan kata lain: “There’s no free lunch!” Satu-satunya balas jasa yang dapat dilakukan oleh para politisi yang berhasil meraih kursi parlemen kepada kaum kapitalis ialah dengan merilis UU yang dapat mendukung kepentingan kaum kapitalis. Kasus seperti ini adalah kasus biasa di negara-negara Demokrasi, terutama Amerika dan Inggris. Sehingga wajar apabila parlemen sering merilis UU yang tidak berpihak kepada rakyat, namun berpihak kepada kaum kapitalis.
Satu-satunya sistem pemerintahan yang compatible (cocok) dengan penerapan syari’ah ialah sistem Khilafah. Di dalam Khilafah, kekuasaan memang berada di tangan rakyat (baca: ummat), namun kedaulatan tetap berada di tangan Allah SWT. Majlis Ummat tidak bertindak sebagai pemutus hukum layaknya parlemen, namun bertindak sebagai pengawas atas berjalannya pemerintahan sehingga pemerintah tetap terus bersandar pada syari’ah. Hak-hak kaum non-muslim pun tetap dipenuhi secara adil. Memang, dalam kehidupan umum, mereka wajib menaati syari’ah. Namun dalam kehidupan privat (seperti berpakaian di rumah, makan, minum, pernikahan, perceraian, waris, dsb.) mereka dikembalikan kepada hukum agamanya masing-masing.
Maka, kesimpulannya:
KITA MEMANG HARUS MENDUKUNG PEMERINTAH, TETAPI PEMERINTAH YANG BERSANDAR PADA SYARI’AH DAN MENERAPKANNYA SECARA KAAFFAH DALAM BINGKAI NEGARA KHILAFAH.
Semoga Al-Rasikh makin mampu memperdalam ilmu dan iman para pembacanya.
Yuli Andriansyah
July 25, 2007 at 1:57 am
aminn..
alrasikh
July 25, 2007 at 3:07 am
semoga al rasikh menjadi bahan ajar bagi para pembaca dimana pun berada
uj al-gifari
November 1, 2007 at 3:52 am
SEMOGA DAPAT DIAKSES OLEH SIAPAPUN JUA
EDI HARYONO
November 12, 2007 at 5:20 am
semoga menjadi sarana dakwah yang mantab….
dan semoga alrasikh dapat menjadi media dakwah yang membumi
Agus A. Hakim (Alumni UII 99)
November 28, 2007 at 3:33 am
semoga aku dan kalian dirahmati oleh ALLAH SWT.berilah daku ajaran yang baik.banyakan ilmu.
muhd kamal ismail
December 4, 2007 at 12:29 pm
aminnnnn….
alrasikh
December 6, 2007 at 5:33 am
kalau bisa hadis yang soheh dimasukan disini agar bisa direnungkan bersama-sama, dan mudah-mudahan bermanfaat
agus
December 7, 2007 at 4:17 am
ok mas agus.. sudah saya sampaikan ke tim offline.. semoga bisa segera ditindak lanjuti
alrasikh
December 8, 2007 at 1:45 am
Semoga Islam Makin Bersinar di Dunia Maya (Internet). Jutaan artikel dapat diperoleh. Mari gunakan kemudahan dalam memperoleh materi-materi tentang Agama Islam. Namun tetap berpegang teguhlah pada Al Qur’an dan Hadist karena manusia tetap mempunyai keterbatasan. Firman Allah, Katakanlah: “Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al Qur`an ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan dia, sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain”. (Al Isra’ : 88)
mediabilhikmah.multiply.com
December 28, 2007 at 7:00 am
Al Rasikh semoga selalu istiqomah berjuang dibawah panji QUR’AN & SUNNAH
ALLAHU AKBAR !!!!
Muhammad Faizun Qurowy
January 20, 2008 at 12:33 pm
Assalamualaikum…..Semoga Al-Rasikh memberikan pandangan / refrensi hidup yang jauh bermafaat dan harus berdasarkana dalil Al Quran dan Sunnah ( dengan dasar hadist yang shohih dan jauh dari amalan bi’ah yang sesat menyesatkan) dan membuat pembacanya menjadi pengikut setia Al Quran. Wassalam…
ILHAM AMRIKO
January 21, 2008 at 11:58 am
amin…
alrasikh
January 22, 2008 at 12:46 am
JAYA SELALU
SUGENG RAHARJA
March 4, 2008 at 2:41 am
assalamu’alaikum
salam kenal dari pengurus dkm fak. kehutanan IPB
semoga melalui blog ini kita biosa saling memperkuat silaturahim dan memperdalam pemahaman keislaman… amin
wassalam
dkmfahutan
March 24, 2008 at 9:23 am
walaikumsalam, salam kenal juga
kami tambahkan link dkm fak kehutanan IPB di blog ini
wasalam
alrasikh
March 24, 2008 at 10:14 am
Bisakah saya mencopy isi website ini untuk bahan pembuatan buletin jumat di masjid kami di manado
Ben
April 1, 2008 at 6:42 am
jali b’kata semoga alrasikh bisa menjadi media dakwah islami alternatif untuk mahasiswa.
mujahidin&erizal
April 23, 2008 at 5:02 am
jali b’kata semoga alrasikh sukses selalu
mujahidin&erizal
April 23, 2008 at 5:03 am
aminn
alrasikh
April 23, 2008 at 5:47 am
Semoga al rasikh terus mengembangkan aktualita isinya, baik menyangkut tafsir Al Qur’an, Hadist maupun persoalan keumatan terkini, dengan ulasan yang tuntas. Rubrik tanya jawab agama sangat baik apabila disertakan pula. Selamat berdakwah.
Abang Yos
June 26, 2008 at 8:38 am
assalamualaikum.wr.wb. alrasikh, jum’at tanggal 4 juli koq ga terbit?? saya bersama rekan2 muslim selalu menunggu artikel jumat al rasikh lho??? mudah2an tema2nya lebih atraktif dari yang kemaren…amien
biun cokawisno
July 5, 2008 at 1:01 pm
BSB Brunei, 1 Sept 2008
Assalamualaikum War Wab
Alhamdulillah…. adanya lembar Jum’at dan sangat bermanfaat buat kami, oh yaa… aq kopi beberapa artikel tuk kami pelajari, mohon keihlasannya. Jazakumullah ahsanal jaza’,
Ufi Ishbar Musthofa
thofa17
September 1, 2008 at 8:48 am
silahkan dan terima kasih
alrasikh
September 2, 2008 at 1:26 am
assalamu’alaikum wr. wb.
alhamdulillah dengan lembar jumat ini memberi kesempatan bagi kami
selaku pengasuh panti /pesantren yatim piatu assurur untuk dapat menyebar
luaskan kepada komentator… mungkin dapat mempublikasikan kami
alamat panti asuhan :
silahkan buka : Blog ;; http://mhthamrin.bloggaul.com
alamat kami di Kebon jeruk Jakarta Barat. telp. 021 71117368, 021 70122065
MH. Thamrin
September 11, 2008 at 11:17 pm
Bagaimana caranya saya berbagi tulisan untuk lembar jumat tersayan ini.
Bachtiar Ahmad
March 4, 2009 at 12:37 am
Cara mengirim sudah saya sent via email mas Bachtiar, atau bisa baca disini
http://alrasikh.wordpress.com/about/
Kami tunggu artikelnya
alrasikh
March 4, 2009 at 1:01 am
Makasih…buat lembar jumat Al-Rasikh, selama ane jd Divisi Humsi di LDK kampus Budi Luhur, ane selalu mengambil referensi lembar jumat dari Al-Rasikh soalnya isinya menarik dan berkualitas…
Kami tunggu artikel yg selanjutnya….:D
Terima Kasih..
iwane
June 10, 2009 at 11:54 am
Alhamdulillah…
little ahmad
June 11, 2009 at 4:42 am
semoga kita semua semakin diberi HIDAYAH. Aamiin.
Izin membuat LINK alrasikh. Syukran
JT
August 4, 2009 at 8:15 pm
assalamu’alaikum wr,wb
selamat lebaran . ALRASIKH yg terhormat ,,,jikalau ada waktu luang tolong buka email nya .saya ada kirim bingkisan HARI RAYA.
sebagai pengganti salam silaturahmi sesama umat muslim
wassalamu’alaikum wr,wb
sitmar
September 20, 2009 at 9:08 am
Assalamu’alaykum Wr. Wb.
Saya hanya ingin mengkritisi buletin Al-Rasikh No. 475 Tahun XV/2 (06 November 2009) yang berjudul “Haruskah Kita Dukung Pemerintah?”
Pada artikel ini disebutkan bahwa umat seharusnya mendukung pemerintah selama kebijakan pemerintah tersebut tidak menyalahi apa yang menjadi pegangan umat Islam, yaitu Al-Qur’an dan As-Sunnah (par. 3).
Artikel ini pun mengajak umat untuk mendukung kebijakan-kebijakan yang dijalankan oleh pemerintah, karena pada dasarnya pemerintah tidak mungkin mengambil kebijakan yang membahayakan umat. Dan pada akhirnya, artikel ini mengajak umat untuk menopang pemerintahan Republik Indonesia, karena jika bukan kita, maka siapa lagi?
Ada beberapa hal yang harus dikritisi dalam artikel ini:
1. Artikel ini lupa bahwa pemerintah Indonesia telah melupakan satu hal yang amat vital yang menjadi kewajiban bagi setiap muslim, yaitu berpegang teguh kepada hukum yang telah diturunkan Allah dan menjadikan Allah sebagai satu-satunya Yang Berhak Menciptakan Hukum.
Kita semua tahu bahwa dalam sistem pemerintahan Demokrasi, kedaulatan (hak untuk menciptakan hukum) tidak lagi berada di tangan Allah, namun di tangan manusia. Parlemen dapat memutuskan suatu perundang-undangan yang menyimpang dari syari’at Islam selama mayoritas dewan (yang disebut-sebut sebagai wakil rakyat) mendukungnya. Meskipun anggota-anggota dewan tersebut adalah muslim, mereka tetap memutuskan suatu perkara tanpa melalui proses ijtihad (karena memang mereka tidak dituntut untuk itu, dan sebagian besar dari mereka tidak memiliki kemampuan untuk berijtihad). Yang lebih penting, selama mayoritas anggota dewan/rakyat setuju, maka keputusan itupun akan diambil, terlepas dari syar’i atau tidaknya keputusan tersebut.
Demokrasi telah “memberikan wewenang” kepada manusia untuk menciptakan hukum. Hal ini membuat jutaan rakyat Indonesia tertarik untuk duduk di kursi parlemen, karena dengan duduk di kursi parlemen, mereka dapat menciptakan hukum yang akan memberikan manfaat bagi diri mereka sendiri. Ini adalah hal yang wajar karena manusia adalah makhluk yang dianugerahi hawa nafsu. Pertanyaannya adalah: Dalam persaingan memperebutkan kursi parlemen tersebut, siapakah yang akan menang?
Yang pasti menang tentunya ialah yang kuat, dan mereka yang kuat adalah mereka yang memiliki uang. Dari sinilah watak kapitalisme mulai muncul. Mereka yang ber-uang tentunya adalah kaum kapitalis (pemodal) yang memiliki saham atas industri tertentu. Dengan uangnya, mereka menyokong para politisi untuk naik ke kursi parlemen. Hal ini tentunya tidak dilakukan secara sukarela, atau dengan kata lain: “There’s no free lunch!”
Dampaknya, hampir seluruh anggota dewan terikat oleh kaum kapitalis dalam memutuskan suatu perkara/hukum. Sehingga merupakan hal yang wajar apabila parlemen sering merilis UU yang sangat mendukung kepentingan kaum kapitalis dan menzalimi rakyat.
Jadi dapat disimpulkan, bahwa musuh besar umat saat ini ialah ideologi Kapitalisme beserta produk derivatnya yang berbentuk sistem pemerintahan Demokrasi dan bentuk negara Republik.
Maka, masihkah kita wajib mendukung pemerintah???
Padahal telah nyata bahwa mereka telah memutuskan berbagai perkara tanpa bersandar pada Al-Qur’an dan As-Sunnah.
Padahal telah nyata bahwa kaum muslimin wajib bersandar pada hukum Allah (Syari’ah) dalam memutuskan segala perkaranya.
Padahal telah nyata bahwa Rasulullah saw. telah mencontohkan sebuah bentuk negara dengan sistem pemerintahan yang sangat compatible dengan penerapan Syari’ah secara kaaffah.
Urrazaka
November 25, 2009 at 7:40 am
Assalamu’alaykum Wr. Wb.
Saya ingin mengkritisi artikel buletin Al-Rasikh No. 475 Tahun XV/2 (06 November 2009) yang berjudul “Haruskah Kita Dukung Pemerintah?”
Pada artikel ini disebutkan bahwa umat Islam di Indonesia seharusnya dengan sepenuh hati mendukung pemerintah Republik Indonesia karena pemerintah tidak mungkin mengeluarkan kebijakan yang membahayakan rakyatnya, juga tidak mungkin mengeluarkan kebijakan yang bertentangan dengan (Al-Qur’an dan As-Sunnah) syari’ah.
Artikel ini adalah artikel yang sangat lucu, karena artikel ini tidak menyadari bahwa selama ini pemerintah Indonesia telah menyimpang dari Syari’ah (yang tentunya juga membahayakan umat Islam di negeri kita tercinta).
Penyimpangan apa yang dilakukan oleh pemerintah RI terhadap syari’ah?
Allah SWT berfirman bahwa hanya di tangan-Nya lah hak untuk menciptakan hukum. Sedangkan demokrasi berkata “Vox Populi Vox Dei” yang artinya “Suara Rakyat Adalah Suara Tuhan.” Demokrasi merupakan sebuah sistem pemerintahan yang “memberikan” wewenang kepada manusia (yang notabene dipenuhi oleh hawa nafsu) untuk memutuskan hukum tanpa terikat pada syari’ah, atau dengan kata lain: Kekuasaan dan kedaulatan ada di tangan rakyat. Hal ini dapat kita lihat prakteknya di parlemen.Apakah selama ini mereka (anggota dewan) melakukan ijtihad setiap kali akan memutuskan suatu perundang-undangan? Jawabanya ialah TIDAK!!! Apakah mereka dituntut untuk memutuskan segala sesuatu berdasarkan hukum syara’? Jawabannya ialah TIDAK, mereka dituntut untuk memutuskan segala sesuatu berdasarkan hasil voting (jadi seandainya seluruh anggota dewan menyetujui diadakannya lokalisasi -meskipun mayoritas dari mereka ialah muslim- maka pengadaan lokalisasi pun akan menjadi UU).
Demokrasi ialah produk derivat ideologi Kapitalisme. Dalam Demokrasi, rakyat berlomba-lomba untuk mendapatkan kursi parlemen, karena mereka ingin membuat hukum yang dapat mendukung kepentingan mereka masing-masing (maklum, manusia adalah makhluk yang dipenuhi hawa nafsu). Pertanyaannya ialah: Dalam perlombaan ini, siapa yang akan menang? Jawabnya: Mereka yang kuat. Pertanyaan lagi: Siapakah yang kuat? Jawabnya: Para pemilik modal (kaum kapitalis).
Kaum kapitalis memberikan modal kepada sebagian rakyat (baca: politisi) agar dapat melakukan kampanye secara besar-besaran sehingga mereka dapat meraih kursi parlemen. Tentunya aktivitas pemodalan ini tidak dilakukan dengan sukarela, atau dengan kata lain: “There’s no free lunch!” Satu-satunya balas jasa yang dapat dilakukan oleh para politisi yang berhasil meraih kursi parlemen kepada kaum kapitalis ialah dengan merilis UU yang dapat mendukung kepentingan kaum kapitalis. Kasus seperti ini adalah kasus biasa di negara-negara Demokrasi, terutama Amerika dan Inggris. Sehingga wajar apabila parlemen sering merilis UU yang tidak berpihak kepada rakyat, namun berpihak kepada kaum kapitalis.
Satu-satunya sistem pemerintahan yang compatible (cocok) dengan penerapan syari’ah ialah sistem Khilafah. Di dalam Khilafah, kekuasaan memang berada di tangan rakyat (baca: ummat), namun kedaulatan tetap berada di tangan Allah SWT. Majlis Ummat tidak bertindak sebagai pemutus hukum layaknya parlemen, namun bertindak sebagai pengawas atas berjalannya pemerintahan sehingga pemerintah tetap terus bersandar pada syari’ah. Hak-hak kaum non-muslim pun tetap dipenuhi secara adil. Memang, dalam kehidupan umum, mereka wajib menaati syari’ah. Namun dalam kehidupan privat (seperti berpakaian di rumah, makan, minum, pernikahan, perceraian, waris, dsb.) mereka dikembalikan kepada hukum agamanya masing-masing.
Maka, kesimpulannya:
KITA MEMANG HARUS MENDUKUNG PEMERINTAH, TETAPI PEMERINTAH YANG BERSANDAR PADA SYARI’AH DAN MENERAPKANNYA SECARA KAAFFAH DALAM BINGKAI NEGARA KHILAFAH.
Fariz Muzakki
November 25, 2009 at 8:07 am