<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Lembar Jumat Al-Rasikh</title>
	<atom:link href="http://alrasikh.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://alrasikh.wordpress.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Thu, 26 Nov 2009 02:15:43 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='alrasikh.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/db65211bf825b3b200f00a41c99e7a50?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Lembar Jumat Al-Rasikh</title>
		<link>http://alrasikh.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>RAMALAN KIAMAT 2012: MEMBANGUN KETEGUHAN IMAN DAN KESADARAN KOLEKTIF</title>
		<link>http://alrasikh.wordpress.com/2009/11/26/ramalan-kiamat-2012-membangun-keteguhan-iman-dan-kesadaran-kolektif/</link>
		<comments>http://alrasikh.wordpress.com/2009/11/26/ramalan-kiamat-2012-membangun-keteguhan-iman-dan-kesadaran-kolektif/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 02:15:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alrasikh</dc:creator>
				<category><![CDATA[lembar jumat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alrasikh.wordpress.com/?p=496</guid>
		<description><![CDATA[Mereka menanyakan  kepadamu tentang kiamat: &#8220;Bilakah terjadinya?&#8221;  katakanlah: &#8220;Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu  adalah pada sisi Tuhanku, tidak seorangpun yang dapat menjelaskan waktu  kedatangannya selain Dia. kiamat itu amat berat (huru haranya bagi makhluk)  yang di langit dan di bumi. kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan  dengan tiba-tiba&#8221;. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alrasikh.wordpress.com&blog=334458&post=496&subd=alrasikh&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;"><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;"><em>Mereka menanyakan  kepadamu tentang kiamat: &#8220;Bilakah terjadinya?&#8221;  katakanlah: &#8220;Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu  adalah pada sisi Tuhanku, tidak seorangpun yang dapat menjelaskan waktu  kedatangannya selain Dia. kiamat itu amat berat (huru haranya bagi makhluk)  yang di langit dan di bumi. kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan  dengan tiba-tiba&#8221;. Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar  mengetahuinya. Katakanlah: &#8220;Sesungguhnya pengetahuan tentang bari  kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak  mengetahui&#8221;.</em>(Q.S al-‘Araf [7]: 187)</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;">Kembali  umat manusia, orang Muslim khususnya diuji keimanannya terkait ramalan  akan datangnya hari kiamat. Tentunya itu harus disikapi dengan bijak  dengan didasari akidah dalam menyikapi fenomena kehidupan setelah munculnya  ramalan yang menyebutkan bahwa hari akhir atau yang lebih kita kenal  sebutannya sebagai hari kiamat akan datang pada tahun 2012. Bahkan hal  inipun disikapi serius oleh perfilman Hollywood, sampai-sampai dikeluarkannya  film dengan judul yang sama yaitu 2012. Terlepas dari maksud dan tujuan  film tersebut yang jelas sebagian besar isi film mengilustrasikan bencana  dahsyat yang menimpa bumi.</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;">Dalam  buku ‘Apocalypse 2012’ (Lawrence E.Joseph: 2007) dipaparkan begitu  jelas dan juga ilmiah tentang kemungkinan akan  terjadinya bencana alam  di tahun tersebut. Bencana itu antara lain dipicu oleh siklus aktivitas  matahari yang memuncak di tahun 2012 yang menyebabkan panas yang luar  biasa di bumi, terlebih atmosfer kita sudah mengalami penipisan dan  bolong di beberapa bagian. Sehingga selain memanaskan bumi dengan radikal,  juga melelehkan es di kutub dan juga menimbulkan badai serta topan yang  dahsyat. Bahkan jika kita googling tentang &#8220;2012 the end of the  world&#8221; akan ada sekitar 700.000 hit untuk diklik. Lebih dari 6500  video juga telah diposting di YouTube. Ribuan buku juga menulis tentang  hal itu. </span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;"><strong>Menyikapi  “Kekramatan’ 2012</strong></span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;">Kiamat  sebagai simbol akhir kehidupan dan gambaran paling menakutkan, akhir-akhir   ini dibahas dalam ranah teknik, fisika, ekologi, astronomi, kearifan  lokal hingga mitos. Selain itu diskusi 2012 menggejala karena ramalan  Masyarakat Maya Kuno, yang dikenal maju ilmu matematika dan astronominya,  mengikuti &#8220;perhitungan panjang&#8221; kalender yang mencapai 5,126  tahun. Ketika peta astronomi mereka dipindahkan ke kalender Gregorian,  yang digunakan secara standar sekarang, waktu perhitungan bangsa Maya  berhenti pada 21 Desember 2012. Menariknya, ramalan bangsa Maya (juga  suku Hopi, Mesir Kuno, dan beberapa suku kuno lainnya) didalam kalendernya  dengan detail mengungkapkan jika tahun 2012 merupakan akhir sekaligus  awal zaman baru. Bagaikan kelahiran seorang anak manusia, maka kelahiran  zaman baru ini akan dipenuhi dengan darah. </span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;">Jika  yang dimaksud adalah akhir dari satu siklus masa berdasar kalender mereka,  bisa saja itu benar (satu masa itu bisa seperti dalam satu tahun Masehi  terdiri dari 12 bulan, 365 hari). Tetapi apakah kemudian itu diartikan  sebagai akhir suatu zaman?, Tentunya tidak akan semudah itu penjelasannya,  karena pola pikir manusia modern tentunya tidak akan sama dengan pola  pikir bangsa Maya, betapapun manusia modern mencoba menginterpretasikan  catatan-catatan peninggalan bangsa Maya,  hasilnya hanyalah berupa interpretasi  yang bisa berbeda antara satu pembaca dengan pembaca yang lain. Sistem  kalender bangsa Maya saja sudah sangat berbeda dibanding dengan sistem  kalender manusia modern, apalagi dengan cara mereka menginterpretasi  pemahaman akan alam semesta. bangsa Maya adalah bangsa Maya, dan manusia  modern adalah manusia modern, cara pandang akan alam tentunya sudah  sangat berbeda.</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;">Sebenarnya  diskusi kiamat 2012 merupakan isu lama yang telah menjadi perhatian  kalangan pemerhati astronomi dan arkeolog. Keterkaitannya bukan soal  berlangsung tidaknya kiamat pada 2012, tetapi proses mengumpulkan artefak-artefak  peradaban Maya kuno yang terkait dengan prediksi kiamat, inilah yang  menjadi luar biasa. Terlepas dari semua itu, yang jelas dalam meyikapi  2012 harus dengan positif.  Tidak bisa dipungkiri kalau alam ini  semakin lama semkin ringkih, banyak faktor yang menyebabkan hal itu  terjadi, salah satunya adalah ulah oknum yang tidak bertanggung jawab,  penebangan pohon yang berlebihan menjadikan hutan gundul dan berefek  terjadinya tanah longsor. Memang kalau melihat keadaan sekarang, ada  beberapa hal yang menggambarkan indikator-indikator akan datangnya kiamat,  namun hal itu jangan dijadikan justifikasi bahwa kiamat telah dekat,  bagaimanapun semuanya hanyalah rahasia Allah, kita sebagai hambanya  seyogyanya mepersiapkan diri dalam mengahadapi datanganya hari akhir  tersebut, dengan improvisasi ibadah dan amalan-amalan positif lainnnya.</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;">Dalam  sebuah hdits meneybutkan bahwa “<em>Saat akan tiba kiamat, zaman saling  mendekat. Satu tahun seperti sebulan, sebulan seperti seminggu, seminggu  seperti sehari, sehari seperti satu jam dan satu jam seperti menyalakan  kayu dengan api</em>.” (HR. Tirmidzi). Allah juga merahasiakan terjadinya  hari kiamat, dan menerangkan bahwa kiamat pasti akan datang secara tiba-tiba.  Hal ini telah terakam dalam firman-Nya “<em>Sesungguhnya hari kiamat  itu akan datang Aku merahasiakan (waktunya) agar supaya tiap-tiap diri  itu dibalas dengan apa yang ia usahakan</em>”. (Q.S Thâhâ [15]: 20).  Namun demikian, sebagai representasi sifat bijaknya Allah, sesungguhnya  Allah dengan rahmat-Nya telah menjadikan datangnya kiamat dengan menunjukan  tanda-tandanya.</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;"><strong>Momen Introspeksi  Diri dan Peningkatan Ketaqwaan</strong></span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;">Misteri  tahun 2012 sabaiknya jangan dijadikan reaksi kegelisahan, namun ini  seharusnya diajdikan langkah konkret nan positif, yaitu dengan introspeksi  diri yang dapat dilakukan dengan cara memperhatikan keadaan diri, merenunginya,  dan mengenal kelemahan-kelemahan yang ada didalamnya, karena introspeksi  diri merupakan jalan  keselamatan. Selain itu mengintrospeksi diri  atau muhasabah adalah merupakan jalan yang ditempuh orang-orang beriman  yang ingin senantiasa mengingat Allah, orang-orang beriman yang senantiasa  bertaqwa pada Rabb-nya, untuk memohon ampun akan dosa-dosanya, dan menyadari  bahwa hawa nafsu itu bahayanya sangat besar, yang dapat menimbulkan  penyakit hati, tipu muslihat, kejahatan yang sangat menjerumuskan, melakukan  keburukan, perbuatan-perbuatan yang tercela. Karena barang siapa yang  membiarkan hawa nafsu menguasai dirinya hingga melampui batas, maka  sesungguhnya pelakunya pada hari kiamat nanti mempunyai tempat dineraka  jahanam.</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;">Selanjutnya  adalah memaksimalkan ritual taqwa sesuai dengan pengertiannya –taqwa  adalah menjalankan perintah-perintah Allah dan menjauhi larangan-larangannya,  baik terang-terangan ataupun sembunyi-sembunyi-. Karena pada dasarnya  taqwa dimotori oleh iman yang sering kali terjadi ketidak konsistenan,  maka terlebih dahulu harus menjaga ketebalan iman kita dengan selalu  memupuknya dengan bukti-bukti yang &#8220;kasat mata&#8221; <em>(&#8216;ain al-yaqîn),</em> ternalar <em>(&#8216;ilmu al-yaqîn),</em> maupun yang tersimpulkan secara lebih  meyakinkan dari kejelasan pedoman-pedoman yang diberikan Allah lewat  ayat-ayat-Nya maupun hadits-hadits Rasulnya. Selain itu dengan bertakwa  juga berarti membuat pelindung dan penghalang yang mencegah dan menjaga  diri dari sesuatu yang menakutkan. Jadi <em>taqwallâh</em> berarti perbuatan  seorang hamba dalam mencari pelindung diri agar terjaga dari siksa Allah  yang amat ditakutinya. Caranya adalah dengan melaksanakan seluruh perintah-Nya  dan menjauhi semua larangan-Nya. </span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;">Akhirnya  terlepas dari kontroversi yang melingkupi prediksi 2012, sebetulnya  bertumpu pada satu kesepahaman yang universal, bahwa ada batas dari  alam semesta dan semua yang mendiaminya. Bahwa alam hakekatnya tidak  bisa kekal melainkan rentan dan pasti akan mengalami evolusi. Oleh karenanya  2012 bukan hanya penafsiran Maya kuno tetapi juga menyangkut perkembangan  alam. Sehingga misteri 2012 merupakan momen kesadaran kolektif untuk  bersahabat dengan alam, yaitu dengan menjaganya sebagai anugerah yang  diberikan Allah kepada hamba-Nya, begitu juga seharusnya dijadikan langkah  kelanjutan untuk hidup berdampingan secara harmonis dengan penghuninya,  dengan memuculkan kesadaran ekologis dan menghindari ego instrumentalis. </span></p>
<p style="text-align:left;"><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;">Hal  yang terpenting bagi seorang muslim ialah jangan sampai terjebak dengan  ramalan tersebut yang kemudian ikut mengamininya, dan jangan sampai  akidah rusak karena adanya prediksi tersebut. Sebagai orang yang beriman  memang meyakini akan datanngya hari akhir, namun kapan akan terjadi  masih menjadi rahasia Sang Pencipta. Persolannya bukan kapan datanngya  hari akhir tapi lebih kepada sejauh mana persiapan diri kita dalam menghadapi  hari tersebut. Karena cepat atau lambat hari kiamat pastinnya akan terjadi. <em> Wallahu’alam bi al-Shawâb.</em> </span></p>
<p style="text-align:right;"><strong><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;">Ali Ridho </span></strong></p>
<p style="text-align:right;"><strong><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;">Mahasiswa Fakultas Hukum UII 2007</span></strong></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alrasikh.wordpress.com/496/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alrasikh.wordpress.com/496/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alrasikh.wordpress.com/496/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alrasikh.wordpress.com/496/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alrasikh.wordpress.com/496/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alrasikh.wordpress.com/496/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alrasikh.wordpress.com/496/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alrasikh.wordpress.com/496/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alrasikh.wordpress.com/496/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alrasikh.wordpress.com/496/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alrasikh.wordpress.com&blog=334458&post=496&subd=alrasikh&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alrasikh.wordpress.com/2009/11/26/ramalan-kiamat-2012-membangun-keteguhan-iman-dan-kesadaran-kolektif/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d9474964e7c7e6f0bd976364b8385ad6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dbs</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hikmah</title>
		<link>http://alrasikh.wordpress.com/2009/11/26/hikmah/</link>
		<comments>http://alrasikh.wordpress.com/2009/11/26/hikmah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 02:12:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alrasikh</dc:creator>
				<category><![CDATA[mutiara hikmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alrasikh.wordpress.com/?p=494</guid>
		<description><![CDATA[Kendalikan hawa  nafsumu, karena hawa nafsu itu bisa membuatmu bosan beramal baik. Dan  jika nafsu itu masih berada ditempat piaraan, janganlah kamu tinggalkan  (tetaplah waspada). Seringkali nafsu itu tampak nikmat sekali, padahal  ia akan membunuh dirimu. 
(Imam Busyairi  –Shalawat Burdah)
       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alrasikh.wordpress.com&blog=334458&post=494&subd=alrasikh&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;"><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;">Kendalikan hawa  nafsumu, karena hawa nafsu itu bisa membuatmu bosan beramal baik. Dan  jika nafsu itu masih berada ditempat piaraan, janganlah kamu tinggalkan  (tetaplah waspada). Seringkali nafsu itu tampak nikmat sekali, padahal  ia akan membunuh dirimu. </span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;">(Imam Busyairi  –Shalawat Burdah)</span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alrasikh.wordpress.com/494/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alrasikh.wordpress.com/494/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alrasikh.wordpress.com/494/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alrasikh.wordpress.com/494/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alrasikh.wordpress.com/494/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alrasikh.wordpress.com/494/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alrasikh.wordpress.com/494/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alrasikh.wordpress.com/494/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alrasikh.wordpress.com/494/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alrasikh.wordpress.com/494/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alrasikh.wordpress.com&blog=334458&post=494&subd=alrasikh&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alrasikh.wordpress.com/2009/11/26/hikmah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d9474964e7c7e6f0bd976364b8385ad6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dbs</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>IDUL ADHA DAN REALITA KEHIDUPAN</title>
		<link>http://alrasikh.wordpress.com/2009/11/17/idul-adha-dan-realita-kehidupan/</link>
		<comments>http://alrasikh.wordpress.com/2009/11/17/idul-adha-dan-realita-kehidupan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Nov 2009 07:21:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alrasikh</dc:creator>
				<category><![CDATA[lembar jumat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alrasikh.wordpress.com/?p=488</guid>
		<description><![CDATA[“Kamu sekali-kali  tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan  sehahagian harta yang kamu cintai. dan apa saja yang kamu nafkahkan,  maka sesungguhnya Allah mengetahuinya.”
 (Q.S. Ali Imran [03]: 92)


Idul  Adha atau hari raya korban mengajarkan arti penting sebuah keyakinan  dan pengorbanan. Bermula dari kisah Nabi Ibrahim as. yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alrasikh.wordpress.com&blog=334458&post=488&subd=alrasikh&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;"><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;"><em>“Kamu sekali-kali  tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan  sehahagian harta yang kamu cintai. dan apa saja yang kamu nafkahkan,  maka sesungguhnya Allah mengetahuinya.”</em></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;"><em> </em>(Q.S. Ali Imran [03]: 92)</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;"><br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;">Idul  Adha atau hari raya korban mengajarkan arti penting sebuah keyakinan  dan pengorbanan. Bermula dari kisah Nabi Ibrahim as. yang mendapat perintah  dari Allah SWT agar menyembelih putra tercintanya Ismail a.s. Ketulusan  Ibrahim untuk menyembelih putranya atas perintah Allah, merupakan bentuk  pengorbanan yang sangat mendalam. Pengorbanan demi suatu keyakinan yang  kuat akan nilai kebaikan, dan pasti akan mendapat pertolongan Allah  dalam perjalanannya, meskipun harus melepas sesuatu yang paling ia cintai.  Hikmah dari keikhlasan tersebut ternyata tidak sia-sia, dengan keridhaan  Allah SWT mengganti Ismail dengan domba untuk disembelih sebagai hewan  kurban. Ibrahim telah mendapatkan kebaikan yang sempurna atas pengorbanannya.</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;">Momentum  inipun diabadikan dalam agama ini atas kemuliaan bapak para nabi. Umat  Islam yang mampu secara materi berkewajiban untuk menyembelih hewan  kurban setiap datangnya Idul Adha. Begitu pentingnya kurban ini, baik  sebagai bentuk simbolik maupun materialnya, Rasulullah pernah bersabda  yang artinya, &#8220;<em>Barang siapa yang telah mampu berkurban namun  tidak melakukkannya, hendaklah ia tidak mendekati tempat-tempat ibadah</em>&#8220;.  (H.R. Ahmad)</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;"><br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;"><strong>Makna Idul  Adha</strong></span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;">Dilihat  dari segi maknanya, kata Idul Adha terdiri dari dua kata yang berasal  dari bahasa Arab. Kata pertama Idul berasal dari kata <em>‘âda-ya’ûdu-awdatan  wa ‘îdan</em> yang memiliki arti kembali. Sedangkan Adha berasal dari  kata <em>Adha-Yudhî-udhiyatan</em> yang berarti berkorban. Dengan demikian,  Idul Adha adalah suatu perayaan yang dilakukan oleh umat sebagai tekad  untuk kembali kepada semangat pengorbanan. </span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;">Pengertian  ini tentu sangat sederhana. Namun, jika kita kaji lebih jauh makna filosofis  yang ada padanya akan kita dapati banyak hal mendasar dalam kehidupan  kita. Bahwa kehidupan ini adalah jihad atau perjuangan (<em>al hayâtu  jihâdun</em>), sedangkan setiap perjuangan memerlukan pengorbanan. Dengan  demikian, sifat berkorban adalah sifat keharusan bagi setiap insan yang  pada akhirnya memberikan kesadaran.</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;"> Dari segi waktu pelaksanaannya, yaitu pada hari pelemparan <em>jumrah  aqabah</em> yang dilakukan oleh jama’ah haji, menunjukan bahwa salah  satu bentuk pengorbanan dalam melakukan perlawanan tanpa akhir terhadap  musuh-musuh manusia, yaitu syaitan dengan segala bentuk sifat turunannya.  Begitu juga dengan perayaan Idul Adha merupakan suatu kesadaran sejati  untuk melakukan perlawanan terhadap segala sifat syaitan dalam kehidupan  ini.</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;">Sedangkan  ketika kita tilik dari kata “korban” yang lebih dikenal di kalangan  muslim Indonesia, sesungguhnya juga berasal dari bahasa Arab <em>“Qurbân”</em> yang asalnya <em>“Qaruba-yaqrabu-qurbun wa qurbân”</em> yang artinya  kedekatan yang sangat. Kata <em>“qurbân”</em> adalah bentuk <em>tafdîl</em> yang menunjukkan penguatan terhadap sifat yang dikandung dari kata tersebut.  Dengan demikian, korban adalah wujud kedekatan yang sangat tinggi. Sehingga  dapat dikatakan bahwa dengan simbol penyembelihan hewan, seorang hamba  diharapkan semakin dekat <em>(qarîb) </em> dengan Rabb-nya. Penyerahan pengorbanan dan tersimbahnya darah dari  hewan adalah simbol penyerahan hidup seorang hamba kepada <em>Rabbul  ‘âlamîn</em> sekaligus pembuktian dari ikrarnya: <em>“Katakanlah:  Seungguhnya shalatku, pengorbananku, hidup dan  matiku adalah milik Allah, Rabb seluruh alam.”</em> (Q.S. Al-An’am  [06]: 162)</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;">Pada  akhirnya akan terpatri suatu hubungan yang dibangun di atas landasan <em> “radhiyatun mardhiyâtun</em>” yaitu seorang hamba yang memiliki  jiwa yang ridha lagi diridhai oleh Allah SWT. Tingkatan kejiwaan seperti  ini adalah puncak kejiwaan <em>insan muttaqiin</em>, sebagaimana disebutkan  dalam tingkatan-tingkatan tangga <em>riyadhah nafsiyah</em> (latihan kejiwaan)  dalam dunia tasawuf.</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;">Penjelasan  kejiwaan seperti ini, juga sejalan dengan makna lain yang dikandung  oleh kata <em>“Adha”</em>, yang semakna dengan <em>“Dhuha”</em>.  Dalam bahasa Arab, selain berarti pengorbanan, kata <em>dhuha</em> juga  berarti waktu dimana matahari sedang menapaki jenjang awal dalam manerangi  bumi yang sebelumnya diselimuti kegelapan. Artinya pengorbanan yang  dilakukan seorang hamba yang beriman sesungguhnya juga merupakan mentari  (penerang) jiwa dalam menapaki kehidupannya menuju alam kehidupan sejatinya  yang lebih terang benderang.</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;">Diharapkan  dengan motivasi pengorbanan jiwa akan semakin bersih dan suci <em>(muzakkah)</em>,  sehingga dapat berpaut erat dengan cahaya di atas cahaya yaitu cahaya  Ilahi. Jiwa yang bersih dan suci <em>(qalbun salîm)</em> seorang muslim  akan manapaki sisa-sisa perjalanan hidupnya menuju Sang Pencipta. Hanya  jiwa seperti ini yang dapat membawa manfaat di hari segala sesuatunya  akan sia-sia dan menjadi hari penyesalan. Hal ini ditegaskan dalam firman-Nya<em>“(yaitu)  di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna, kecuali orang-orang  yang menghadap Allah dengan hati yang bersih.”</em>(Q.S. Asy-Syu’ara  [26]: 88-89)</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;">Namun,  di manakah pancaran sinar tersebut? Adakah masih tersembunyi di balik  hati nurani kita? Akankah ia ragu menampakkan diri kepada mereka-mereka  yang di sekeliling kita? Masihkah pantulan sinar itu terhijab oleh ego  manusia itu sendiri? Bagi seorang mu’min tentu saja jawabannya adalah  tidak. Seorang mu’min, sebagaimana ia dituntut untuk terus membesarkan  sinar qalbunya, juga dituntut agar sinar qalbunya mampu menerangi alam  sekitarnya. Di sinilah ia dituntut dalam pengabdiannya untuk bertakbir <em> (Allahu Akbar)</em> membesarkan nama Allah dan di sisi lain juga, ia  harus menyinari alam sekitarnya dengan sinar kedamaian dan ketentraman <em> (salâm).</em></span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;">Kesadaran  jiwa untuk berkorban menjadi tuntutan yang begitu mendesak saat ini.  Pasca krisis yang terjadi di negara kita telah meninggalkan permasalahan-permasalahan  sosial yang cukup parah. Pengangguran semakin banyak, yang nota benenya  hampir semuanya adalah muslim. Pembantaian sistematis akibat dendam  yang tak berkesudahan di berbagai tempat, masih terus berlangsung. Anak-anak  remaja yang tercampakkan ke dalam jurang narkoba, prostitusi dan berbagai  masalah lainnya, telah mengancam masa depan generasi ummat ini. Semua  ini adalah realita-realita kehidupan yang membutuhkan sinar <em>(dhuha)</em> mentari yang terpantul dalam nurani setiap mu’min. Akankah kita merayakan  hari raya kurban tahun ini, sementara tak secercah sinar pengorbanan  ini mampu menerangi kegelapan hidup mereka? terbetik dalam jiwa kita?  Ingat, <em>“Man lam yahtamma bi amril Muslimîna falaisa Minhum”</em> (sungguh siapa yang tidak memperhatikan masalah ummat Islam, maka bukanlah  dari golongan mereka).</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;"><strong>Penutup</strong></span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;">Semoga  idul adha kita kali ini menjadi semangat pengorbanan yang hakiki. Suatu  semangat yang melandasi hidup dan kehidupan kita menuju ridha Ilahi,  sekaligus menyinari qalbu dan nurani kita untuk menengok realita kebesaran  Khaliq dan realita kehidupan di sekitar kita. Kegelapan, yang menjadi  kabut tebal menutupi kebenaran Ilahi di sekitar kita perlu disingkap  dengan sinar mentari pagi (dhuha) yang kita rayakan ini. Wallahu A’lam.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;">Joko Susilo</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;">Mahasiswa Pascasarjana  MSI UII Jogjakarta</span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alrasikh.wordpress.com/488/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alrasikh.wordpress.com/488/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alrasikh.wordpress.com/488/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alrasikh.wordpress.com/488/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alrasikh.wordpress.com/488/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alrasikh.wordpress.com/488/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alrasikh.wordpress.com/488/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alrasikh.wordpress.com/488/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alrasikh.wordpress.com/488/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alrasikh.wordpress.com/488/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alrasikh.wordpress.com&blog=334458&post=488&subd=alrasikh&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alrasikh.wordpress.com/2009/11/17/idul-adha-dan-realita-kehidupan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d9474964e7c7e6f0bd976364b8385ad6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dbs</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mutiara Hikmah</title>
		<link>http://alrasikh.wordpress.com/2009/11/17/mutiara-hikmah-131/</link>
		<comments>http://alrasikh.wordpress.com/2009/11/17/mutiara-hikmah-131/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Nov 2009 07:15:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alrasikh</dc:creator>
				<category><![CDATA[mutiara hikmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alrasikh.wordpress.com/2009/11/17/mutiara-hikmah-131/</guid>
		<description><![CDATA[Nafsu itu bagaikan anak kecil  jika dibiarkan menyusu terus ia akan terbiasa terus menyusu, namun jika  engkau pisahkan ia akan berhenti dari menyusu.
 (Imam Busyairi)
       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alrasikh.wordpress.com&blog=334458&post=486&subd=alrasikh&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;"><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;">Nafsu itu bagaikan anak kecil  jika dibiarkan menyusu terus ia akan terbiasa terus menyusu, namun jika  engkau pisahkan ia akan berhenti dari menyusu.</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;"> (Imam Busyairi)</span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alrasikh.wordpress.com/486/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alrasikh.wordpress.com/486/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alrasikh.wordpress.com/486/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alrasikh.wordpress.com/486/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alrasikh.wordpress.com/486/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alrasikh.wordpress.com/486/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alrasikh.wordpress.com/486/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alrasikh.wordpress.com/486/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alrasikh.wordpress.com/486/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alrasikh.wordpress.com/486/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alrasikh.wordpress.com&blog=334458&post=486&subd=alrasikh&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alrasikh.wordpress.com/2009/11/17/mutiara-hikmah-131/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d9474964e7c7e6f0bd976364b8385ad6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dbs</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>