<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Al-Rasikh</title>
	<atom:link href="http://alrasikh.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://alrasikh.wordpress.com</link>
	<description>Lembar Jumat Masjid Ulil Albab</description>
	<lastBuildDate>Fri, 27 Jan 2012 12:19:08 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='alrasikh.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Al-Rasikh</title>
		<link>http://alrasikh.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://alrasikh.wordpress.com/osd.xml" title="Al-Rasikh" />
	<atom:link rel='hub' href='http://alrasikh.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>MUTIARA HIKMAH</title>
		<link>http://alrasikh.wordpress.com/2012/01/27/mutiara-hikmah-166/</link>
		<comments>http://alrasikh.wordpress.com/2012/01/27/mutiara-hikmah-166/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Jan 2012 23:39:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alrasikh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mutiara Hikmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alrasikh.wordpress.com/?p=818</guid>
		<description><![CDATA[Nabi Muhammad saw berkata kepada Abdur Rahman Ibnu Samurah ra, “Wahai Abdur Rahman, Janganlah engkau meminta untuk diangkat menjadi pemimpin. Sebab, jika engkau menjadi pemimpin karena permintaanmu sendiri, tanggung jawabmu akan besar sekali. Dan jika engkau diangkat tanpa permintaanmu sendiri engkau akan ditolong orang dalam tugasmu.” (HR. Bukhari dan Muslim).<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alrasikh.wordpress.com&amp;blog=334458&amp;post=818&amp;subd=alrasikh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;">Nabi Muhammad saw berkata kepada Abdur Rahman Ibnu Samurah ra, “Wahai Abdur Rahman, Janganlah engkau meminta untuk diangkat menjadi pemimpin. Sebab, jika engkau menjadi pemimpin karena permintaanmu sendiri, tanggung jawabmu akan besar sekali. Dan jika engkau diangkat tanpa permintaanmu sendiri engkau akan ditolong orang dalam tugasmu.”</p>
<p style="text-align:center;">(HR. Bukhari dan Muslim).</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alrasikh.wordpress.com/818/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alrasikh.wordpress.com/818/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alrasikh.wordpress.com/818/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alrasikh.wordpress.com/818/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alrasikh.wordpress.com/818/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alrasikh.wordpress.com/818/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alrasikh.wordpress.com/818/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alrasikh.wordpress.com/818/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alrasikh.wordpress.com/818/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alrasikh.wordpress.com/818/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alrasikh.wordpress.com/818/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alrasikh.wordpress.com/818/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alrasikh.wordpress.com/818/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alrasikh.wordpress.com/818/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alrasikh.wordpress.com&amp;blog=334458&amp;post=818&amp;subd=alrasikh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alrasikh.wordpress.com/2012/01/27/mutiara-hikmah-166/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d9474964e7c7e6f0bd976364b8385ad6?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Falrasikh.wordpress.com%2Fwp-content%2Fthemes%2Fpub%2Finuit-types%2Fimages%2Fgravatar.png&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dbs</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KAWAN! PIMPINLAH DIRIMU SENDIRI</title>
		<link>http://alrasikh.wordpress.com/2012/01/27/kawan-pimpinlah-dirimu-sendiri/</link>
		<comments>http://alrasikh.wordpress.com/2012/01/27/kawan-pimpinlah-dirimu-sendiri/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Jan 2012 23:34:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alrasikh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lembar Jumat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alrasikh.wordpress.com/?p=815</guid>
		<description><![CDATA[Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, &#8220;Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.&#8221; mereka berkata, &#8220;Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?&#8221; Tuhan berfirman, &#8220;Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.&#8221; [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alrasikh.wordpress.com&amp;blog=334458&amp;post=815&amp;subd=alrasikh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center">Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, &#8220;Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.&#8221; mereka berkata, &#8220;Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?&#8221; Tuhan berfirman, &#8220;Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.&#8221;</p>
<p align="center">(QS al-Baqarah [2]: 30)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berdasarkan ayat tersebut di atas menunjukkan bahwa diri kita lahir kedunia ini dengan satu tujuan yakni menjadi seorang khalifah dimuka bumi ini. Khalifah dapat diartikan sebagai wakil Allah atau pemimpin yang menjadi delegasi yang Maha Agung untuk mengurusi dunia ini. Dunia dan seisinya yang didalamnya terkandung potensi yang maha dahsyat adalah pemberian Allah kepada manusia. Allah bermaksud memberikannya kepada kita agar manusia dapat menggunakannya dengan sebaik baiknya untuk hidup didunia yang pada akhirnya tujuan satu-satunya ialah kemuliaan kehidupan setelah mati yakni diakhirat kelak.</p>
<p>Sejak lahir setiap manusia telah memiliki jabatan dan tugas oleh Allah yakni sebagai pemimpin bagi dirinya sendiri yang tugasnya beribadah kepada Allah SWT. Ada sebuah perkataan yang patut kita renungkan bersama “kita tidak akan bisa memimpin orang lain, sebelum memimpin diri kita”.</p>
<p>Kepemimpinan terhadap diri sendiri jika kita lihat sepintas adalah sesuatu yang sangat mudah kita lakukan. Akan tetapi pada kenyataannya kemampuan manusia dalam memimpin diri sendiri adalah suatu tugas besar dan tantangan berat, sehingga hanya sedikit manusia didunia ini yang bisa menaklukan atau memimpin dirinya sendiri.</p>
<p>Sahabat Ibnu Umar ra berkata: Aku telah mendengar Rasulullah saw bersabda, &#8220;<em>Setiap kamu adalah pemimpin, dan akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. Penguasa adalah pemimpin, dan akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. Seorang lelaki adalah pemimpin dalam rumah tangga, dan akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. Seorang wanita adalah pemimpin di rumah suaminya, dan akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. Pembantu rumah tangga adalah pemimpin dalam menjaga harta kekayaan tuannya, dan akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. Dan setiap kamu adalah pemimpin, dan akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya</em>.&#8221; (HR. Bukhari dan Muslim).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Pentinya Kepemimpinan Diri Sendiri</strong></p>
<p>Kehidupan di dunia ini adalah sebuah anugerah terbesar yang diberikan oleh Allah kepada setiap manusia. Di dalam proses pembuatan seorang manusia, pada awalnya kita telah berperang, bertarung saling mengalahkan dengan berjuta-juta sel sperma. Diri kita hadir didunia ini adalah hasil perjuangan dan pengorbanan yang perlu kita maknai “<em>untuk apa sebenarnya kita dilahirkan kedunia ini</em>?”</p>
<p>Allah SWT adalah yang maha besar. Dia menciptakan apa yang ada dimuka bumi ini dengan tujuan yang jelas dan dengan perhitungan yang matang. Keakuratan dan ketelitian Allah dalam menciptakan semua yang di dunia ini adalah sebuah kemahadahsyatan-Nya. Manusia adalah satu-satunya makhluk istimewa yang di anugrahkan Allah kesempurnaan yakni manusia dalam penciptaannya dibekali Allah fisik yang sempurna, hati dan akal. Dengan adanya tiga komponen itu terutama hati dan akal, setiap manusia yang dilahirkan kedunia memiliki kebebasan untuk memilih arah hidupnya didunia ini.</p>
<p>Tidak heran jika kita amati di dunia ini semuanya ada pasang-pasangannya ada orang kaya ada juga orang miskin, ada orang baik ada juga orang jahat, ada orang pintar ada juga orang bodoh, ada orang rajin ada juga orang malas, ada orang taat ada juga yang ingkar. Kalau kita amati dengan seksama ini adalah bunga rampai kehidupan yang diciptakan Allah sebagai sebuah skema yang kita harus cermati, kita analisis dan kita pilih.</p>
<p>Masih ingatkah anda dengan kata-kata mutiara “<em>Hidup adalah pilihan</em>”. Fenomena yang tergambar diatas bagaimana segalah suatu hal diciptakan berpasang-pasangan, ini adalah sebuah isyarat oleh Allah bahwa manusia hidup didunia ini diberiakan kebebasan menentukan atau memilih arah kehidupannya didunia ini.</p>
<p>”<em>Ibarat selembar kertas putih, coretan atau goresan apakah akan menjadi indah ataupun buruk tergantung kita yang memegang pensilnya</em>”. Kertas putih itu adalah kehidupan kita, jika kita ingin kehidupan kita sukses maka tulislah dikertas itu untaian-untaian kata yang mengarah pada kesuksesan.</p>
<p>Disini penulis hanya berusaha menjelaskan pada pembaca dan diri penulis sendiri bahwasannya hidup didunia ini adalah pilihan. Dan semua pilihan itu bergantung pada diri kita sendiri dan Allah SWT. Dan kecermatan dan kesiapan manusia dalam memilih bergantung pada kemampuannya dalam memimpin dirinya sendiri. Setiap pilihan pasti ada resikonya, dan sebagai pemimpin kita harus siap dengan resiko itu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Kekayaan dalam Memimpin Diri Sendiri</strong></p>
<p>Perlu kita ketahui bahwa harta yang kita miliki bukanlah hakikat dari kekayaan melainkan itu amanah yang akan dimintai pertanggung jawaban kelak di hari penghisaban. Kekayaan yang sebenarnya adalah terletak pada kelapangan hati kita. Abu Hurairah ra meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda, “<em>Kekayaan bukanlah dari banyaknya harta, tetapi oleh kayanya jiwa</em>.” (Shahih al-Bhukhari No.6446, Shahih Muslim No.1051)</p>
<p>Ribuan buku tentang kepemimpinan telah ditulis, ribuan pakar kepemimpinan telah dilahirkan kedunia, berbagai macam pelatihan kepemimpinan telah diselengarakan. Akan tetapi mengapa hanya sebagian atau segelintir orang saja didunia yang dapat menjadi pemimpin terutama pemimpin bagi dirinya sendiri.</p>
<p>Jiwa yang kaya adalah jiwa jiwa yang memiliki semangat yang membara, optimisme yang tinggi, wawasan yang luas, kesabaran yang tinggi, ketabahan yang kuat dan ketawaduan yang dalam. Manusia yang seperti ini akan mampu mengarungi kehidupan didunia ini dengan begitu indah, sarat makna dan tercapai tujuannya. Manusia yang mampu menikmati hidup, mekmanai hidup dan mencapai tujuannya adalah manusia yang bahagia.</p>
<p>Kebahagian adalah harapan bagi setiap manusia, setiap kita merindukan kebahagian itu. Orang orang bejuang untuk kaya, orang orang berjuang untuk meraih prestasi tertinggi, orang orang bertamasya, orang orang mencari hiburan semua itu dilakukan untuk mendapatkan kebahagiaan.</p>
<p>Banyak orang kaya, orang berprestasi, pejabat setelah memperoleh itu yang dirasakan hanyalah kepuasan yang kosong. Mereka tak sanggup merasakan apa itu kebahagiaan. Kebahagian dan kekayaan adalah milik orang orang yang memiliki jiwa yang kaya. Jiwa yang kaya dapat terbentuk oleh pribadi manusia yang mampu memimpin dirinya sendiri. Disini penulis hanya mengingatkan pada pembaca, bahwa hanya kemampuan untuk memimpin diri sendirilah yang mampu membentuk jiwa yang kaya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Mengubah Dunia dengan Memimpin Diri Sendiri </strong></p>
<p>Untuk mengawali ini kita mulai dari sebuah kisah inspiratif dari seorang pendeta di abad ke-12 Masehi, yang mengisahkan tentang kepemimpinan diri sendiri.<em>“Ketika masih muda, aku ingin mengubah dunia. Aku merasa sulit untuk mengubah dunia, lalu mencoba untuk mengubah bangsaku. Ketika aku merasa bahwa aku tidak dapat mengubahnya, aku mulai fokus pada kotaku sendiri. Ternyata aku tidak mampu mengubahnya dan ketika mulai tua aku mencoba mengubah keluargaku. Sekarang, sebagai seorang yang sudah tua aku menyadari bahwa satu-satunya yang dapat aku ubah adalah diriku sendiri, sehingga aku dapat berpengaruh pada keluargaku. Keluargaku dan aku sendiri kemudian akan dapat mempengaruhi kota kami. Akibat yang ditimbulkan akan dapat mempengaruhi bangsa, dan dengan demikian akan dapat mengubah dunia.”</em></p>
<p>Kepemimpinan diri sendiri adalah tugas yang berat, karena beratnya hanya sedikit manusia yang mampu menunaikan tugas ini. Bagaimana seorang pendeta baru menyadari bahwa yang harus dirubah atau dipimpin terlebih dahulu adalah dirinya setelah dia berusia lanjut. Kita sebagai generasi mudah tidak perlu menunggu sampai tua untuk menyadari bahwa kepemimpinan diri sendiri adalah yang utama. Mari dari sekarang, detik ini, saat ini kita bekali, kita pelajari bagaimana diri kita mampu memimpin diri kita sendiri. Dan akhirnya setelah kita sanggup memimpin diri kita,barulah kita akan memimpin orang lain.</p>
<p>Ayo kawan pimpimlah diri kita sendiri, jangan pernah berharap untuk dapat mengubah Bangsa ini sebelum kita dapat mengubah diri kita, keluarga kita dan masyarakat kita. Segala khilaf dan kekurangan penulis mudah mudahan dapat menjadi pelajaran yang berharga. Jika ada kebaikan dalam tulisan ini silakan diambil dan jika ada keburukan silakan dibuang jauh jauh. Semoga Allah SWT meridhai kita semua. <em>Âmîn Ya Rabb</em>.[]</p>
<p align="right"><strong>Rahmat Ibrahim</strong></p>
<p align="right">Calon Pemimpin Dunia</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alrasikh.wordpress.com/815/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alrasikh.wordpress.com/815/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alrasikh.wordpress.com/815/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alrasikh.wordpress.com/815/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alrasikh.wordpress.com/815/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alrasikh.wordpress.com/815/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alrasikh.wordpress.com/815/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alrasikh.wordpress.com/815/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alrasikh.wordpress.com/815/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alrasikh.wordpress.com/815/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alrasikh.wordpress.com/815/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alrasikh.wordpress.com/815/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alrasikh.wordpress.com/815/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alrasikh.wordpress.com/815/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alrasikh.wordpress.com&amp;blog=334458&amp;post=815&amp;subd=alrasikh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alrasikh.wordpress.com/2012/01/27/kawan-pimpinlah-dirimu-sendiri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d9474964e7c7e6f0bd976364b8385ad6?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Falrasikh.wordpress.com%2Fwp-content%2Fthemes%2Fpub%2Finuit-types%2Fimages%2Fgravatar.png&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dbs</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MUTIARA HIKMAH</title>
		<link>http://alrasikh.wordpress.com/2012/01/20/mutiara-hikmah-165/</link>
		<comments>http://alrasikh.wordpress.com/2012/01/20/mutiara-hikmah-165/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Jan 2012 23:36:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alrasikh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mutiara Hikmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alrasikh.wordpress.com/?p=809</guid>
		<description><![CDATA[Do’a Rasulullah pada suatu kesempatan, “Wahai Dzat yang membolak-bolIkkan hati, tetapkan hati kami diatas agama-Mu, wahai dzat yang memalingkan hati, palingkan hati kami pada ketaatan kepada-Mu.” (HR Muslim, No. 2654)<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alrasikh.wordpress.com&amp;blog=334458&amp;post=809&amp;subd=alrasikh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;">Do’a Rasulullah pada suatu kesempatan, “Wahai Dzat yang membolak-bolIkkan hati, tetapkan hati kami diatas agama-Mu, wahai dzat yang memalingkan hati, palingkan hati kami pada ketaatan kepada-Mu.”</p>
<p style="text-align:center;">(HR Muslim, No. 2654)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alrasikh.wordpress.com/809/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alrasikh.wordpress.com/809/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alrasikh.wordpress.com/809/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alrasikh.wordpress.com/809/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alrasikh.wordpress.com/809/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alrasikh.wordpress.com/809/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alrasikh.wordpress.com/809/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alrasikh.wordpress.com/809/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alrasikh.wordpress.com/809/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alrasikh.wordpress.com/809/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alrasikh.wordpress.com/809/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alrasikh.wordpress.com/809/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alrasikh.wordpress.com/809/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alrasikh.wordpress.com/809/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alrasikh.wordpress.com&amp;blog=334458&amp;post=809&amp;subd=alrasikh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alrasikh.wordpress.com/2012/01/20/mutiara-hikmah-165/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d9474964e7c7e6f0bd976364b8385ad6?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Falrasikh.wordpress.com%2Fwp-content%2Fthemes%2Fpub%2Finuit-types%2Fimages%2Fgravatar.png&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dbs</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MENJADI ORANG ASING YANG BAHAGIA</title>
		<link>http://alrasikh.wordpress.com/2012/01/20/menjadi-orang-asing-yang-bahagia/</link>
		<comments>http://alrasikh.wordpress.com/2012/01/20/menjadi-orang-asing-yang-bahagia/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Jan 2012 23:34:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alrasikh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lembar Jumat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alrasikh.wordpress.com/?p=807</guid>
		<description><![CDATA[“Sesungguhnya Islam itu pada mulanya datang dengan asing (tidak umum), dan akan kembali dengan asing lagi seperti pada mulanya datang. Maka berbahagialah bagi orang-orang yang asing“. Beliau ditanya, “Ya Rasulullah, siapakah orang-orang yang asing itu ?”. Beliau bersabda, “Mereka yang memperbaiki dikala rusaknya manusia”. Dan di lain riwayat beliau ditanya (tentang orang-orang yang asing), beliau menjawab, “Yaitu orang-orang yang menghidup-hidupkan apa-apa yang telah dimatikan manusia daripada sunnahku”.  (HR. Muslim, Ibnu Majah dan Thabrani) Berawal dari Asing Teringat sejarah pemikiran dan peradaban Islam periode Rasulullah saw ± 610-632 M, pada saat seluruh penduduk bumi tenggelam dalam arus kebohongan, kehilangan human dignity, jauh dari sinaran tauhid, kondisi sosial, politik, ekonomi, budaya, dan agama masyarakat dunia khususnya Arab yang sangat rapuh, periode itu tercatat sebagai al-Ayyám al-Jahiliyah (the day [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alrasikh.wordpress.com&amp;blog=334458&amp;post=807&amp;subd=alrasikh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;">“Sesungguhnya Islam itu pada mulanya datang dengan asing (tidak umum), dan akan kembali dengan asing lagi seperti pada mulanya datang. Maka berbahagialah bagi orang-orang yang asing“. Beliau ditanya, “Ya Rasulullah, siapakah orang-orang yang asing itu ?”. Beliau bersabda, “Mereka yang memperbaiki dikala rusaknya manusia”. Dan di lain riwayat beliau ditanya (tentang orang-orang yang asing), beliau menjawab, “Yaitu orang-orang yang menghidup-hidupkan apa-apa yang telah dimatikan manusia daripada sunnahku”.</p>
<p style="text-align:center;"> (HR. Muslim, Ibnu Majah dan Thabrani)</p>
<p><strong>Berawal dari Asing</strong><br />
Teringat sejarah pemikiran dan peradaban Islam periode Rasulullah saw ± 610-632 M, pada saat seluruh penduduk bumi tenggelam dalam arus kebohongan, kehilangan human dignity, jauh dari sinaran tauhid, kondisi sosial, politik, ekonomi, budaya, dan agama masyarakat dunia khususnya Arab yang sangat rapuh, periode itu tercatat sebagai al-Ayyám al-Jahiliyah (the day of the darkness: masa-masa kegelapan) muncullah cahaya Islam yang membawa obor perubahan (transformasi) dari kegelapan menuju cahaya yang terang benderang yang dibawa oleh Nabi besar Muhammad saw dengan visi dan misi rahmatan lil’âlamîn. Islam dibangun ditengah-tengah peradaban yang buram. Islam hadir sebagai sesuatu yang aneh nan asing.<br />
Keasingan Islam itu merubah seluruh peradaban masyarakat yang gelap gulita menuju terang benderang. Sehingga, seiring berjalannya waktu, Islam mencapai puncak kejayaannya yang disebut dengan Golden Age of Islam atau tahun keemasan bagi Islam yang terjadi pada masa Dinasti Abbasiyah 750-1258 M.(Karim, 2012:167).<br />
Keasingan Islam telah melebur dan berbaur di antara masyarakat yang modern seperti sekarang ini, karena nilai-nilai Islam yang universal sudah terintegrasi dalam sendi-sendi kehidupan masyarakat khususnya di Indonesia yang multikultural.</p>
<p><strong>Berakhir dengan Asing</strong><br />
Dalam kitab Nasháihul ‘Ibad penjelasan dari Muhammad Nawawy Ibn Umar al-Jáwi karangan Syihabuddin Ahmad Ibn Hajar al-Asqalany, menjelaskan bahwa bahwa Rasulullah saw bersabda; ada enam perkara yang semakin hari semakin asing dan jauh dari biasanya jika ditempatkan pada enam tempat, antara lain:<br />
Pertama, Al-Masjidu Gharîbun fîma bayna qaumin láyushallûna fihi. Masjid menjadi asing jika berada di antara kaum yang tidak menjalankan ibadah shalat di dalamnya. fenomena seperti ini sudah terjadi pada zaman sekarang, yang mana orang-orang Islam sudah mengasingkan dirinya dari tempat tempat yang suci. Jelas sekali, kebanyakan umat Muslim sekarang menjadikan masjid-masjid hanya sebagai simbol agama, atau masjid-masjid diramaikan hanya pada waktu-waktu tertentu saja, misalnya jamaah shalat penuh hanya pada awal bulan suci Ramadhan saja, semakin berakhirnya bulan Ramadhan semakin sedikit pula jamaah shalatnya. Mungkin kebanyakan dari mereka pergi ke mall-mall untuk mengejar diskon atau ke tempat-tempat hiburan atau apalah itu banyak alasannya.<br />
Kedua, Al-Mushhafu Gharîbun fi manzili qaumin láyaqra’una fihi. Mushaf menjadi asing jika berada di dalam rumah suatu kaum yang tidak membacanya. Tidak sedikit dari kita yang memiliki mushaf al-Quran, bahkan kalau boleh dilombakan yang paling baik dan bagus mushafnya pasti semuanya baik dan bagus, dari yang terkecil hingga yang besar dan ada terjemahannya atau tafsirnya. Tetapi tidak banyak dari yang mampu dan sempat membacanya, hanya saja mushaf-mushaf yang kita miliki dijadikan sebagai pajangan, hiasan atau hanya untuk memenuhi isi almari, itulah mushaf yang menjadi aneh di sekeliling kita jika kita hanya menjadikannya sebagai symbol agama saja. Na’udzu billâh min dzâlik.<br />
Ketiga, Al-Qur&#8217;ánu Gharîbun fi Jaufil fasiqi. Al-Qur&#8217;an menjadi asing jika berada di dada orang fasik. Berapa banyak dari kita yang telah tahu tentang isi dan makna yang terkandung al-Qur’an, tetapi kita kandang lalai dan bahkan enggan untuk mematuhi rambu-rambu yang ada dalam al-Qur’an. Tidak sedikit dari umat Islam yang paham betul dengan isi dan makna al-Qur’an tetapi tidak mengindahkan, dan bahkan ada sebagian muslim elit yang menggunakan ayat untuk kepentingan politiknya, padahal al-Qur’an bukan untuk mengedepankan kepentingan sebagian kelompok saja dan merugikan kelompok lain. Bila al-Qur’an telah dijadikan demikian atau telah berada di dada orang-orang fasik maka al-Qur’an itu menjadi asing untuk sebagai sebuah petunjuk atau pedoman kehidupan ini.<br />
Keempat, Al-Mar&#8217;atul Muslimatush Shâlihatu Ghâribatun fî Yadi Rajulin Zhâlimin. Wanita muslimah yang shalihah akan menjadi asing bagi  laki-laki yang zhalim. Maksudnya ialah keshalihan wanita dibenci oleh laki-laki yang zhalim, yang tidak bermoral baik, yang jauh dari nilai-nilai agama. Bisa jadi laki-laki yang tak bermoral tadi mengatakan kepada wanita shalihah tadi dengan ucapan “nggak gaul, kampungan banget, udah nggak jaman, dan lain”. Sejatinya, wanita yang shlihah, berakhlak mulia tentunya sudah menjadi idaman dan impian bagi seluruh laki-laki. Kalau boleh penulis mengandaikan wanita itu layaknya bunga yang indah dan harum, maka banyak kumbang-kumbang yang ingin singgah selamanya, tetapi bunga itu sudah semakin hari semakin langka untuk dicari, kebanyakan bunga-bunga sudah menjadi layu dan mungkin karena hilang manisnya madu yang dicari oleh setiap kumbang. Di situlah letak keasingan sang bunga. Sejatinya kumbang-kumbang dan bunga-bunga harus saling menjaga dan merawat. Bunga-bunga dilahirkan bukan hanya untuk dihisap madunya, begitu juga kumbang-kumbang dilahirkan bukan hanya untuk menghisap sang bunga, begitulah lirik lagunya Iwan Fales.<br />
Kelima, Al-Rajulul Muslimush Shâlihu Gharîbun fî Yadi imra&#8217;atin Radiyyatin. Pria Muslim yang shalih akan menjadi asing bila dalam cengkraman wanita yang rusak dan beretika buruk. Maksudnya ialah wanita yang rusak akhlaknya membenci kepada pria yang shalih karena wanita yang rusak akhlaknya itu tidak memiliki moral yang baik. Bisa jadi wanita itu mengatakan kepada laki-laki yang shalih tadi dengan perkataan “kampungan banget sih, nggak gaul, nggak jaman” dan lain sebagainya. Tetapi sejatinya Sudah barang tentu wanita pun mengidamkan pira yang shalih, jantan dan tangguh mulia pula perangainya. Pria yang selalu beribadah kepada Allah SWT, selalu menjaga kesuciannya, menjaga pandangan matanya dari kemaksiatan, selalu hemat (rajin menabung) berinvestasi dengan kebaikan-kebaikan akan menjadi asing dan aneh di cangkraman wanita yang rusak akhlaknya. Tidak banyak pira yang sesempurna seperti itu, munafik rasanya jika penulis merasa perfect tak ubahnya seperti nabi-nabi yang mulia. Mungkin dalam sudut pandang wanita mengatakan seperti ini “minim sekali aku melihat kumbang-kumbang yang tidak pernah menggoda atau tergoda oleh sang bunga”.<br />
Keenam, Al-&#8217;Aalimu Gharîbun bayna Qaumin láyastami’ûn ilaihi. Orang alim (berilmu) menjadi asing bila berada di antara kaum yang tidak mendengar kepadanya. Maksudnya ialah orang alim berilmu seperti ustadz atau ustadzah, guru, dosen yang memberikan pendidikan dan pengajaran lalu orang-orang yang diberi tahunya tidak mengindahkan perkataannya, tidak mau mendengar ucapannya, dan dijadikan orang alim itu sebagai orang asing dengan menghindarinya jauh-jauh. Na’udzu billâhi min dzâlik.<br />
Lanjutan dari hadits tersebut, kemudain Rasulullah bersabda: “Sesunggunhya Allah tidak akan melihat kepada mereka ketika hari kiamat nanti sebagai penglihatan rahmah.” Artinya Allah SWT tidak akan memperhatikan, membela atau menolong kepada mereka yang tidak shalat di masjid padahal mampu untuk berjamaah, mereka yang tidak membaca al-Qur’an padahal mampu untuk membacanya, mereka yang mempermainkan al-Qur’an padahal tahu dan paham tentang al-Qur’an, mereka yang jelek perangai dan akhlaknya baik perempuan ataupun laki-laki, mereka yang tidak mengikuti perkataan orang alim.<br />
Saat ini Islam telah kembali asing di negeri ini meskipun berada di tengah masyarakat yang mayoritas penduduknya  beragama Islam. Namun sungguh jauh dari tuntunan Allah dan Rasul-Nya. Oleh karenanya berbahagialah orang yang asing, karena menegakkan sunnah di masa seperti ini Allah menjanjikan pahala 50 kali pahala para sahabat Rasulullah saw.<br />
Dari Abu Umayyah al-Sya‘baniy, ia berkata: Saya pernah bertanya kepada Abu Tsa‘labah, aku bertanya, “Hai Abu Tsa‘labah, bagaimana pendapatmu tentang ayat ‘alaikum anfusakum? )QS Mâidah [5]: 105(. Ia berkata, “Demi Allah, sungguh kamu menanyakan sesuatu yang aku pernah menanyakannya kepada Rasulullah saw“, beliau bersabda,“Tetapi hendaklah kalian amar ma‘ruf dan nahi munkar, sehingga apabila kamu melihat kebakhilan ditaati, hawa nafsu diikuti, keduniaan telah mewarnai, dan orang bangga dengan pendapatnya, maka wajib atasmu (yakni menjaga dirimu), tinggalkanlah keumuman orang, karena akan datang di belakang kalian hari-hari keshabaran. Shabar pada waktu itu seperti orang yang menggenggam bara api. Bagi orang yang melakukan (amar ma‘ruf nahi munkar) di tengah-tengah mereka pada hari itu akan mendapat pahala lima puluh orang yang beramal seperti dia“. Perawi berkata: dan menambahkan kepadaku selain dia, ia berkata, “Ya Rasulullah, apakah pahala lima puluh orang dari mereka?“. Beliau menjawab, “Pahala lima puluh orang dari kalian“.(HR Abu Dawud)<br />
Inilah prediksi Rasulullah yang menggambarkan bahwa umat Islam yang bertaqwa akan menjadi asing di saat umat manusia kembali kepada peradaban yang hancur. Semoga kita semua dapat menjaga diri kita dari masuknya kedalam golongan orang-orang yang di-emoh-kan oleh Allah SWT dan semoga kita menjadi orang-orang yang bertaqwa. Amin ya rabbal ‘âlamîn. Astagfirullâh al-Azhîm min qaulin bilá ‘âmalîn.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align:right;">Miftahul Oelum</p>
<p style="text-align:right;">Mahasiswa Tarbiyah UII_10</p>
<p style="text-align:right;">Santri PP-UII</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alrasikh.wordpress.com/807/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alrasikh.wordpress.com/807/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alrasikh.wordpress.com/807/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alrasikh.wordpress.com/807/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alrasikh.wordpress.com/807/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alrasikh.wordpress.com/807/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alrasikh.wordpress.com/807/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alrasikh.wordpress.com/807/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alrasikh.wordpress.com/807/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alrasikh.wordpress.com/807/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alrasikh.wordpress.com/807/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alrasikh.wordpress.com/807/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alrasikh.wordpress.com/807/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alrasikh.wordpress.com/807/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alrasikh.wordpress.com&amp;blog=334458&amp;post=807&amp;subd=alrasikh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alrasikh.wordpress.com/2012/01/20/menjadi-orang-asing-yang-bahagia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d9474964e7c7e6f0bd976364b8385ad6?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Falrasikh.wordpress.com%2Fwp-content%2Fthemes%2Fpub%2Finuit-types%2Fimages%2Fgravatar.png&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dbs</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MUTIARA HIKMAH</title>
		<link>http://alrasikh.wordpress.com/2012/01/14/mutiara-hikmah-164/</link>
		<comments>http://alrasikh.wordpress.com/2012/01/14/mutiara-hikmah-164/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Jan 2012 11:53:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alrasikh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mutiara Hikmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alrasikh.wordpress.com/?p=804</guid>
		<description><![CDATA[Berani Mencoba. Jangan takut gagal sebelum mencoba! jangan takut jatuh sebelum melangkah! Kesuksesan milik orang yang berani mencoba. Ingat! Apa yang tidak mungkin seringkali belum pernah dicoba. (Andrie Wongso)<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alrasikh.wordpress.com&amp;blog=334458&amp;post=804&amp;subd=alrasikh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;">Berani Mencoba.<br />
Jangan takut gagal sebelum mencoba! jangan takut jatuh sebelum melangkah! Kesuksesan milik orang yang berani mencoba. Ingat! Apa yang tidak mungkin seringkali belum pernah dicoba.</p>
<p style="text-align:center;">(Andrie Wongso)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alrasikh.wordpress.com/804/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alrasikh.wordpress.com/804/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alrasikh.wordpress.com/804/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alrasikh.wordpress.com/804/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alrasikh.wordpress.com/804/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alrasikh.wordpress.com/804/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alrasikh.wordpress.com/804/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alrasikh.wordpress.com/804/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alrasikh.wordpress.com/804/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alrasikh.wordpress.com/804/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alrasikh.wordpress.com/804/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alrasikh.wordpress.com/804/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alrasikh.wordpress.com/804/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alrasikh.wordpress.com/804/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alrasikh.wordpress.com&amp;blog=334458&amp;post=804&amp;subd=alrasikh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alrasikh.wordpress.com/2012/01/14/mutiara-hikmah-164/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d9474964e7c7e6f0bd976364b8385ad6?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Falrasikh.wordpress.com%2Fwp-content%2Fthemes%2Fpub%2Finuit-types%2Fimages%2Fgravatar.png&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dbs</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>TEST YOUR LUCK!</title>
		<link>http://alrasikh.wordpress.com/2012/01/14/test-your-luck/</link>
		<comments>http://alrasikh.wordpress.com/2012/01/14/test-your-luck/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Jan 2012 11:52:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alrasikh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lembar Jumat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alrasikh.wordpress.com/?p=802</guid>
		<description><![CDATA[“Coba dan perhatikanlah, niscaya engkau menjadi orang yang mengetahui” (Al-Hikmah) Prolog Bersyukurlah, karena kita telah diberi kesempatan oleh Allah untuk dapat menikmati indahnya awal tahun baru 2012 ini. Sebagian besar dari kita mewujudkan rasa syukur tersebut dengan membuat serangkaian resolusi dan mimpi dalam kehidupannya. Ada orang-orang yang membuat resolusi dan mimpi baru dengan semangat baru, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alrasikh.wordpress.com&amp;blog=334458&amp;post=802&amp;subd=alrasikh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;">“Coba dan perhatikanlah, niscaya engkau menjadi orang yang mengetahui”<br />
(Al-Hikmah)</p>
<p><strong><em>Prolog</em></strong><br />
Bersyukurlah, karena kita telah diberi kesempatan oleh Allah untuk dapat menikmati indahnya awal tahun baru 2012 ini. Sebagian besar dari kita mewujudkan rasa syukur tersebut dengan membuat serangkaian resolusi dan mimpi dalam kehidupannya. Ada orang-orang yang membuat resolusi dan mimpi baru dengan semangat baru, dan ada pula orang-orang yang membuat resolusi dan mimpi baru dengan semangat lama, bahkan ada yang lebih menyedihkan lagi, yaitu orang-orang yang hanya mengulang resolusi dan mimpi lama dengan semangat yang lama pula. Termasuk kategori yang manakah kita?<br />
Sungguh malang jika pada setiap awal tahun baru kita hanya disibukkan dengan membuat dan atau mengulang resolusi dan mimpi, tapi pada akhir tahunnya kita dilanda rasa sedih dan bersalah penuh penyesalan karena resolusi dan mimpi tersebut tak kunjung menjadi nyata. Mengapa hal demikian dapat terjadi dalam kehidupan kita? Salah satu jawabannya ialah karena pengabaian. Pengabaian untuk bersegera melaksanakan resolusi dan mimpi tersebut. Perlu diketahui bahwa pengabaian ini sering kali menghampiri diri seseorang yang selalu atau secara tidak sadar sangat patuh memelihara satu sifat yang senantiasa menjauhkan dirinya dari keberuntungan, yaitu takut mencoba. Oleh karena itulah, melalui tulisan ini penulis berbagi satu hal yang sangat bermanfaat bagi kita semua, yaitu tentang Test Your Luck! (cobalah keberuntunganmu!).</p>
<p><strong><em>Test Your Luck!:</em> Mungkin Anda Beruntung</strong><br />
Anda kenal Dahlan Iskan? Ya, ia adalah Menteri Negara BUMN saat ini. Seorang pribadi sederhana yang mampu melampaui kesederhanaannya karena tidak takut mencoba. Pada suatu kesempatan ia pernah menyampaikan bahwa ia meyakini setiap manusia yang terlahir ke dunia ini pasti memiliki rasa takut, dan hanya orang-orang yang mampu mengatasi rasa takut itulah yang akan sukses. Ia sendiri adalah anak seorang buruh tani yang dulu –sewaktu kecil- berkeyakinan bahwa kelak dirinya maksimum akan menjadi seorang petani atau guru sekolah dasar di desanya. Sampai suatu ketika karena orang tuanya tak mampu menyekolahkannya, maka ia memberanikan diri untuk mencoba keberuntungannya dengan ikut kakaknya yang bertransmigran ke Kalimantan. Di Kalimantan ia mulai mencoba berbagai hal, termasuk sekolah. Keberaniannya untuk mencoba itulah sebagai awal perjuangan yang akhirnya menghantarkan dirinya pada keberhasilannya saat ini.<br />
Sekelumit kisah Dahlan Iskan di atas telah mengajarkan kepada kita tentang pentingnya keberanian untuk mencoba. Jika pada saat itu ia takut mencoba dan memilih tetap berada di desanya, mungkin kita tidak akan mengenal sosok Dahlan Iskan, Sang Menteri Negara BUMN. Ini adalah contoh nyata di Indonesia yang tak jarang ada di sekitar kita. Suatu ketika penulis pernah menghampiri seorang teman yang terlihat bingung di depan ruang kuliahnya. Ketika ditanya, “mengapa kamu kebingungan?”, ia menjawab, “aku ragu mau masuk ruang kuliah, karena aku takut dosennya marah dan mengusirku keluar”, lalu kusampaikan padanya, “apa yang kamu pikirkan sesungguhnya tidak seburuk kenyataannya, test your luck! Masuklah, jika kamu beruntung kamu akan diterima masuk, tapi jika tidak kamu cukup keluar kelas. Sederhana bukan?”, akhirnya ia pun mencoba masuk, dan ia diterima untuk mengikuti perkuliahan. Pesan pentingnya ialah bahwa tugas kita hanyalah berani untuk mencoba. Sebab dengan mencoba kita telah mengetahui peluang keberuntungan kita. Alangkah menyedihkan hidup seseorang yang tidak beruntung hanya karena ia tidak mencoba, padahal keberuntungan telah siap menghampirinya.<br />
Kini pertanyaannya adalah, mengapa seseorang takut untuk mencoba? Jawabannya ialah karena ia tahu bahwa sesuatu itu tidak pasti. Jika sesuatu itu telah pasti, tidak mungkin ia takut untuk mencobanya. Padahal sesuatu yang telah diketahui kepastiannya tak jarang adalah sesuatu yang biasa, sedangkan sesuatu yang tidak diketahui kepastiannya cenderung adalah sesuatu yang luar biasa. Semisal orang yang hanya bermimpi menjadi PNS –Pegawai Negeri Sipil-. Ia memilih menjadi PNS karena ia tahu berapa jumlah gaji yang akan ia peroleh, hingga akhirnya ia pun menjadi PNS dan hanya akan mendapatkan gaji sebatas yang ia telah ketahui sebelumnya secara pasti. Bandingkan dengan seseorang yang bermimpi menjadi saudagar rumah makan. Mungkin awalnya ia sangat bimbang bahkan takut karena ketidakpastian keberuntungannya, tapi sekali ia berani mencoba, ia mungkin memperoleh keberuntungan lebih dari apa yang diperoleh oleh orang yang sekedar bermimpi menjadi PNS.<br />
Mengapa harus takut mencoba sesuatu yang tidak pasti? Bukankah banyak hal luar biasa yang terjadi di muka bumi ini diawali dari keberanian mencoba sesuatu yang tidak pasti? Lihatlah semangat rasul dalam mendakwahkan Islam yang awalnya dalam keadaan asing. Lihatlah keberhasilan perjuangan kemerdekaan Indonesia yang mampu diraih oleh keberanian rakyat mencoba melawan para penjajah. Bahkan berbagai temuan spektakuler seperti bola lampu, listrik, pesawat dan lain sebagainya berhasil diwujudkan dari keberanian mencoba terhadap sesuatu hal yang tidak pasti. Anda mungkin pernah mendengar berapa kali Thomas Alva Edison harus gagal dan dicemoohkan dalam memperjuangkan mimpinya, tapi apakah ia berhenti mencoba? Tidak, ia tetap mencoba sesuatu yang tidak pasti, hingga hasilnya dapat kita rasakan sampai saat ini. Ketahuilah bahwa “dengan mencoba kita memiliki banyak kemungkinan untuk beruntung, tapi jika kita tidak mencoba maka kita hanya memiliki satu kepastian untuk tidak beruntung.”<br />
Takut mencoba harus digantikan dengan berani mencoba. Kendati demikian, ada dua hal yang perlu diperhatikan dalam mencoba segala sesuatu, yaitu; tujuan dan cara. Pertama, “tujuan” haruslah didasari pada niat yang baik. Sebagaimana hadits Rasul yang artinya, “Sesunggunya segala amalan itu tergantung pada niatnya. dan sesungguhnya bagi setiap orang apa yang ia niatkan. Maka barang siapa yang hijrahnya karena Allah dan rasul-Nya, ia akan sampai pada Allah dan Rasul-Nya, dan barang siapa hijrahnya menuju dunia yang akan di perolehnya atau menuju wanita yang akan dinikahinya, ia akan mendapatkan apa yang dituju. (HR : Bukhari &amp; Muslim). Di samping niat yang baik, tujuan juga hendaknya diperjelas sejelas mungkin. Sebab kapal yang mudah terombang ambing oleh ombak adalah kapal yang tak memiliki arah dan tujuan yang jelas. Oleh karena itu, awali dengan niat yang baik dan perjelas arah tujuannya.<br />
Kedua, “cara” haruslah dirancang sebaik-baiknya guna memudahkan perjalanan. Bak kata al-Hikmah, “barang siapa yang mengetahui jauhnya perjalanan, maka bersiap-siaplah”. Salah satu upaya untuk bersiap-siap menjalani jauhnya perjalanan demi suatu tujuan adalah merancang cara bagaimana agar sampai kepada tujuan dengan baik. Pada persiapan cara ini, seseorang dapat bertanya kepada orang-orang yang telah menjalaninya sebelumnya dan atau dengan mempersiapkan cara serta berbagai alternatif kemungkinan yang akan ada menghiasi perjalanan tersebut.<br />
Kata Andrie Wongso dalam suatu kesempatan menyampaikan, sukses bukanlah sekadar teori. Sukses itu perlu action! Hidup adalah rangkaian aktivitas yang kita lakukan setiap hari. Kalau perasaan malas, tidak disiplin, tidak berani action, bimbang, ragu-ragu, dan sifat negatif lainnya yang menguasai diri kita, tentu nasib buruklah yang akan kita dapat. Sebagaimanusia yang telah dikaruniai oleh Allah dengan segenap kelebihan, kita harus berani mengembangkan diri untuk berpikir, bertindak, belajar dan berjuang. Kalau mental kemandirian telah kita miliki, tidak cengeng dalam menghadapi kesulitan hidup, serta berani belajar dalam setiap tindakan yang kita ambil, maka pasti nasib kita akan berubah dan mampu meraih sukses yang membanggakan! Setuju kan?</p>
<p><strong>Epilog</strong><br />
Demikianlah ulasan tentang Test Your Luck! (cobalah keberuntunganmu!). Di awal tahun baru 2012 ini, dengan serangkaian resolusi dan mimpi yang telah kita rancang, marilah kita bersegera melaksanakan semuanya dengan sebaik-baiknya. Tidak seberapa penting besarnya resolusi dan mimpi kita, tapi yang terpenting adalah seberapa sungguh kita menjalani sekecil-kecilnya resolusi dan mimpi tersebut. Oleh karena itu, jangan sampai kita mengabaikan sekecil-kecilnya resolusi dan mimpi kita hanya karena kita takut mencoba dan gagal. “Andaipun kita harus gagal, gagal-lah dalam mencoba hal-hal yang besar.” Sungguh Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align:right;">
Agus Fadilla Sandi<br />
Mahasiswa FH UII dan Santri PP UII</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alrasikh.wordpress.com/802/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alrasikh.wordpress.com/802/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alrasikh.wordpress.com/802/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alrasikh.wordpress.com/802/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alrasikh.wordpress.com/802/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alrasikh.wordpress.com/802/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alrasikh.wordpress.com/802/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alrasikh.wordpress.com/802/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alrasikh.wordpress.com/802/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alrasikh.wordpress.com/802/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alrasikh.wordpress.com/802/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alrasikh.wordpress.com/802/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alrasikh.wordpress.com/802/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alrasikh.wordpress.com/802/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alrasikh.wordpress.com&amp;blog=334458&amp;post=802&amp;subd=alrasikh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alrasikh.wordpress.com/2012/01/14/test-your-luck/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d9474964e7c7e6f0bd976364b8385ad6?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Falrasikh.wordpress.com%2Fwp-content%2Fthemes%2Fpub%2Finuit-types%2Fimages%2Fgravatar.png&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dbs</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MUTIARA HIKMAH</title>
		<link>http://alrasikh.wordpress.com/2012/01/07/mutiara-hikmah-163/</link>
		<comments>http://alrasikh.wordpress.com/2012/01/07/mutiara-hikmah-163/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Jan 2012 02:01:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alrasikh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mutiara Hikmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alrasikh.wordpress.com/?p=800</guid>
		<description><![CDATA[Imam Hakim dan Baihaqi telah meriwayatkan dari Nabi Muhammad saw bahwa beliau bersabda sebagai berikut: &#8220;Manfaatkanlah kesempatan yang lima, sebelum (datang) lima yang lainnya, yaitu: Masa mudamu sebelum datang masa tuamu. Masa sehatmu sebelum datang sakitmu. Masa kayamu sebelum datang fakirmu. Masa hidupmu sebelum matimu. Dan masa senggangmu sebelum datang kesibukanmu.&#8221; (al-Hadits)<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alrasikh.wordpress.com&amp;blog=334458&amp;post=800&amp;subd=alrasikh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Imam Hakim dan Baihaqi telah meriwayatkan dari Nabi Muhammad saw bahwa beliau bersabda sebagai berikut: <em>&#8220;Manfaatkanlah kesempatan yang lima, sebelum (datang) lima yang lainnya, yaitu: Masa mudamu sebelum datang masa tuamu. Masa sehatmu sebelum datang sakitmu. Masa kayamu sebelum datang fakirmu. Masa hidupmu sebelum matimu. Dan masa senggangmu sebelum datang kesibukanmu.&#8221;</em> (al-Hadits)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alrasikh.wordpress.com/800/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alrasikh.wordpress.com/800/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alrasikh.wordpress.com/800/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alrasikh.wordpress.com/800/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alrasikh.wordpress.com/800/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alrasikh.wordpress.com/800/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alrasikh.wordpress.com/800/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alrasikh.wordpress.com/800/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alrasikh.wordpress.com/800/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alrasikh.wordpress.com/800/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alrasikh.wordpress.com/800/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alrasikh.wordpress.com/800/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alrasikh.wordpress.com/800/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alrasikh.wordpress.com/800/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alrasikh.wordpress.com&amp;blog=334458&amp;post=800&amp;subd=alrasikh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alrasikh.wordpress.com/2012/01/07/mutiara-hikmah-163/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d9474964e7c7e6f0bd976364b8385ad6?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Falrasikh.wordpress.com%2Fwp-content%2Fthemes%2Fpub%2Finuit-types%2Fimages%2Fgravatar.png&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dbs</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>RESOLUSI MUSLIM DI TAHUN 2012</title>
		<link>http://alrasikh.wordpress.com/2012/01/07/resolusi-muslim-di-tahun-2012/</link>
		<comments>http://alrasikh.wordpress.com/2012/01/07/resolusi-muslim-di-tahun-2012/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Jan 2012 02:00:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alrasikh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lembar Jumat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alrasikh.wordpress.com/?p=798</guid>
		<description><![CDATA[“Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alrasikh.wordpress.com&amp;blog=334458&amp;post=798&amp;subd=alrasikh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><em>“Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik. Tiada sama penghuni-penghuni neraka dengan penghuni-penghuni surga; penghuni-penghuni surga itulah orang-orang yang beruntung.”</em><em> </em>(QS  al-Hasyr [59]: 18-19)</p>
<p align="center"><strong> </strong></p>
<p>Tak terasa, sekarang kita sudah masuk tahun 2012 dan kita meninggalkan tahun 2011 dengan banyak kenangan. Sebelum jauh berlalu, ada baiknya jika kita <em>flashback </em>(muhasabah)<em> </em>11 bulan terakhir di tahun 2011 yang sudah berlalu. Dari Syadad bin Aus ra, dari Nabi Muhammad saw, beliau berkata: <em>&#8220;Orang yang pandai adalah orang yang menghisab (mengevaluasi) dirinya sendiri serta beramal untuk kehidupan sesudah kematian. Sedangkan orang yang lemah adalah orang yang dirinya mengikuti hawa nafsunya serta berangan-angan terhadap Allah SWT&#8221; </em>(Imam Turmudzi). Dalam riwayat lain disebutkan dari Umar bin Khaththab ra, ia berkata: <em>“Hisablah (evaluasi) diri kalian sebelum kalian dihisab, dan berhiaslah (bersiaplah) kalian untuk hari aradh akbar (yaumul hisab).”</em></p>
<p>Meski tahun baru Islam sudah lewat, tidak ada salahnya momen pergantian tahun ini kita lakukan evaluasi diri (muhasabah). Muhasabah atau evaluasi inilah yang digambarkan oleh Rasulullah saw sebagai kunci pertama dari kesuksesan. Karena orang yang sukses akan selalu mengevaluasi dari apa yang telah dilakukannya. Selain itu, Rasulullah saw juga menjelaskan kunci kesuksesan yang kedua, yaitu <em>action after evaluation</em>. Artinya setelah evaluasi harus ada aksi perbaikan.</p>
<p>Sementara kebalikan dari kesuksean, yakni kegagalan. Rasulullah saw menyebutkan dengan dua ciri mendasar Muslim yang gagal, yakni: <em>Pertama</em>, adalah orang yang mengikuti hawa nafsunya. Membiarkan hidupnya tidak memiliki visi, tidak memiliki <em>planing </em>(rencana), tidak ada <em>action </em>(aksi/kerja) dari rencananya, terlebih-lebih memuhasabahi perjalanan hidupnya. Dan orang yang seperti ini sudah akan terukur kegagalannya.</p>
<p><em>Kedua</em>, adalah memiliki banyak angan-angan dan khayalan, <em>“Berangan-angan terhadap Allah.”</em> Maksud berangan-angan terhadap Allah SWT adalah sebagaimana dikemukakan oleh Imam Al-Mubarakfuri dalam Tuhfatul Ahwadzi, sebagai berikut: <em>“Dia (orang yang lemah), bersamaan dengan lemahnya ketaatannya kepada Allah dan selalu mengikuti hawa nafsunya, tidak pernah meminta ampunan kepada Allah, bahkan selalu berangan-angan bahwa Allah akan mengampuni dosa-dosanya.”</em><em></em></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Urgensi Muhasabah</strong></p>
<p>Imam Turmudzi meriwayatkan ungkapan Umar bin Khaththab ra dan juga ungkapan Maimun bin Mihran mengenai urgensi dari muhasabah. <em>Pertama</em>, Umar ra mengemukakan: <em>“Hisablah (evaluasilah) diri kalian sebelum kalian dihisab, dan berhiaslah (bersiaplah) kaliau untuk hari aradh akbar (yaumul hisab). </em><em>Dan bahwasanya hisab itu akan menjadi ringan pada hari kiamat bagi orang yang menghisab (evaluasi) dirinya di dunia.”</em> Sebagai sahabat yang dikenal ‘kritis’ dan visioner, Umar memahami benar urgensi dari evaluasi ini. Pada kalimat terakhir pada ungkapan di atas, Umar mengatakan bahwa orang yang biasa mengevaluasi dirinya akan meringankan hisabnya di yaumul akhir kelak. Umar faham bahwa setiap insan akan dihisab, maka iapun memerintahkan agar kita menghisab diri kita sebelum mendapatkan hisab dari Allah SWT.</p>
<p><em>Kedua</em>, Maimun bin Mihran ra mengatakan: <em>“Seorang hamba tidak diakatan bertaqwa hingga ia menghisab dirinya sebagaimana dihisabnya pengikutnya dari mana makanan dan pakaiannya.” </em>Maimun bin Mihran merupakan seorang tabiin yang cukup masyhur. Beliau wafat pada tahun 117 H. Beliau pun sangat memahami urgensi muhasabah, sehingga beliau mengaitkan muhasabah dengan ketaqwaan. Seseorang tidak dikatakan bertaqwa, hingga menghisab (mengevaluasi) dirinya sendiri. Karena beliau melihat salah satu ciri orang yang bertaqwa adalah orang yang senantiasa mengevaluasi amal-amalnya. Dan orang yang bertaqwa, pastilah memiliki visi, yaitu untuk mendapatkan ridha Ilahi.<em></em></p>
<p><em>Ketiga</em>, urgensi lain dari muhasabah adalah karena setiap orang kelak pada hari akhir akan datang menghadap Allah SWT dengan kondisi sendiri-sendiri untuk mempertanggung jawabkan segala amal perbuatannya. Allah SWT menjelaskan dalam al-Qur’an: <em>“Dan tiap-tiap mereka akan datang kepada Allah pada hari kiamat dengan sendiri-sendiri.”</em> (QS Maryam [19]: 95)<em>. </em>Setiap manusia akan dimintai pertanggung jawaban atas segala amal perbuatan yang telah dilakukannya secara sendiri-sendiri. Dan seringkali manusia melupakan hal ini, sementara semakin hari semakin dekat antara dirinya dengan hisab tersebut. Allah SWT berfirman: <em>“Telah dekat kepada manusia hari menghisab segala amalan mereka, sedang mereka berada dalam kelalaian lagi berpaling (daripadanya).” </em>(QS al-Anbiya&#8217; [21]: 1)</p>
<p><em> </em></p>
<p><strong>Membuat Resolusi di Tahun 2012</strong></p>
<p>Seorang Muslim tidak seharusnya hanya berwawasan sempit dan terbatas, sekedar pemenuhan keinginan untuk jangka waktu sesaat. Namun lebih dari itu, seorang muslim harus memiliki visi &amp; planing untuk kehidupannya yang lebih kekal abadi. Karena orang yang sukses adalah orang yang mampu mengatur keinginan singkatnya demi keinginan jangka panjangnya. Orang bertaqwa adalah orang yang ‘rela’ mengorbankan keinginan duniawinya, demi tujuan yang lebih mulia, ‘kebahagian kehidupan ukhrawi.’</p>
<p><em>Nah</em>!, tidak ada salahnya menjalani tahun 2012 ini kita sebagai Muslim membuat sebuah resolusi. Apa sebenarnya definisi resolusi? Resolusi adalah pernyataan tertulis, yang biasanya berisi tuntutan tentang suatu hal yang akan kita lakukan. Semacam sebuah rencana yang ingin kita lakukan di tahun 2012. Ada beberapa aspek terkait resolusi Muslim di tahun 2012 agar kelak kita menjadi orang yang pandai, sukses, dan bertaqwa.</p>
<p><em>Pertama</em>, kita perlu membuat resolusi terkait ibadah kita. Pertama kali sebagai Muslim yang harus kita lakukan adalah meningkatkan ibadah kita, baik ibadah wajib maupun ibadah sunnah. Karena ibadah merupakan tujuan utama diciptakannya manusia di muka bumi ini: <em>“Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka menyembah kepada-Ku.”</em> (QS al-Zariyât [51]: 56). <em></em></p>
<p><em>Kedua</em>, sebagai Muslim kita perlu membuat resolusi terkait pekerjaan dan perolehan rizqi. Aspek kedua ini sering kali dianggap remeh, atau bahkan ditinggalkan dan ditakpedulikan oleh kebanyakan kaum muslimin. Karena sebagian menganggap bahwa aspek ini adalah urusan duniawi yang tidak memberikan pengaruh pada aspek ukhrawinya. Sementara dalam sebuah hadits, Rasulullah saw bersabda: Dari Ibnu Mas’ud ra dari Nabi Muhammad saw bahwa beliau bersabda, <em>“Tidak akan bergerak tapak kaki Ibnu Adam pada hari kiamat, hingga ia ditanya tentang 5</em><em> </em><em>perkara; umurnya untuk apa dihabiskannya, masa mudanya, kemana dipergunakannya, hartanya darimana ia memperolehnya &amp; kemana dibelanjakannya &amp; ilmunya sejauh mana pengamalannya?”</em> (HR Turmudzi).</p>
<p><em>Ketiga, </em>kita perlu membuat resolusi terkait kehidupan sosial keislaman kita. Aspek kehidupan sosial ini merupakan hubungan muamalah, akhlak dan adab dengan sesama manusia. Karena kenyataannya kehidupan sosial keislaman kita juga sangat penting. Sebagaimana yang digambarkan Rasulullah saw dalam haditsnya: <em>“Orang yang bangkrut dari umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan (pahala) shalat, puasa dan zakat, namun ia juga datang dengan membawa (dosa) menuduh, mencela, memakan harta orang lain, memukul (mengintimidasi) orang lain. Maka orang-orang tersebut diberikan pahala kebaikan-kebaikan dirinya. Hingga manakala pahala kebaikannya telah habis, sebelum tertunaikan kewajibannya, diambillah dosa-dosa mereka dan dicampakkan pada dirinya, lalu dia pun dicampakkan ke dalam api neraka.”</em> (HR Muslim)</p>
<p>Terakhir, resolusi muslim yang perlu dilakukan adalah penguatan aspek dakwah kita. Sesungguhnya aspek ini sangat luas untuk dibicarakan. Karena menyangkut dakwah dalam segala aspek; sosial, politik, ekonomi, dan juga substansi dari da’wah itu sendiri mengajak orang pada kebersihan jiwa, akhlaqul karimah, memakmurkan masjid, menyempurnakan ibadah, mengklimakskan kepasrahan abadi pada ilahi, banyak istighfar dan taubat dsb. <em>&#8220;Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik.”</em> (QS Yusuf [12]: 108)</p>
<p><strong>Penutup</strong></p>
<p>Evaluasi dapat dilakukan setiap hari, setiap pekan, setiap bulan, tri wulan, smeseter, tahunan, lima tahunan, sepuluh tahunan, dua puluh tahunan, dua puluh lima tahunan, dan seterusnya tergantung kebutuhan. Yang terbaik adalah evaluasi dalam segala kesempatan dimana kita dapat mengevaluasi. Rasulullah bahkan mencontohkan kita agar mengevaluasi (muhasabah) diri secara harian terhadap amal ibadah yang dilakukan secara harian pula. Karena diantara hikmahnya, agar setiap amal harian kita terstruktur dengan baik dan agar keesokan harinya kita bisa beramal lebih baik dari yang diamalkan hari ini atau hari kemarin. Namun evaluasi harian saja tidak akan cukup, tanpa adanya evaluasi pekanan. Evaluasi pekananpun tidak akan sempurna tanpa evaluasi bulanan. Dan evaluasi bulanan juga tidak akan berarti banyak tanpa evaluasi tahunan. <em>Wall</em><em>â</em><em>hua&#8217;lam</em><em> bi al-Shawwâb</em>.[]</p>
<p align="right"><strong><em> </em></strong></p>
<p align="right"><strong><em>Edo Segara, SE.</em></strong><em></em></p>
<p align="right"><em>Mahasiswa Magister Studi Islam (MSI) UII, Yogyakarta</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alrasikh.wordpress.com/798/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alrasikh.wordpress.com/798/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alrasikh.wordpress.com/798/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alrasikh.wordpress.com/798/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alrasikh.wordpress.com/798/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alrasikh.wordpress.com/798/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alrasikh.wordpress.com/798/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alrasikh.wordpress.com/798/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alrasikh.wordpress.com/798/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alrasikh.wordpress.com/798/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alrasikh.wordpress.com/798/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alrasikh.wordpress.com/798/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alrasikh.wordpress.com/798/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alrasikh.wordpress.com/798/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alrasikh.wordpress.com&amp;blog=334458&amp;post=798&amp;subd=alrasikh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alrasikh.wordpress.com/2012/01/07/resolusi-muslim-di-tahun-2012/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d9474964e7c7e6f0bd976364b8385ad6?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Falrasikh.wordpress.com%2Fwp-content%2Fthemes%2Fpub%2Finuit-types%2Fimages%2Fgravatar.png&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dbs</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MUTIARA HIKMAH</title>
		<link>http://alrasikh.wordpress.com/2012/01/07/mutiara-hikmah-162/</link>
		<comments>http://alrasikh.wordpress.com/2012/01/07/mutiara-hikmah-162/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Jan 2012 01:58:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alrasikh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mutiara Hikmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alrasikh.wordpress.com/?p=796</guid>
		<description><![CDATA[Ibn Umar berkata, “Jika umurmu mencapai malam hari, maka jangan menanti pagi hari dan jika umurmu mencapai pagi hari, maka jangan menanti malam hari, ambillah (waktu) sehatmu untuk sakitmu dan ambillah (masa) hidupmu untuk matimu” (HR Bukhari)<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alrasikh.wordpress.com&amp;blog=334458&amp;post=796&amp;subd=alrasikh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;">Ibn Umar berkata, “Jika umurmu mencapai malam hari, maka jangan menanti pagi hari dan jika umurmu mencapai pagi hari, maka jangan menanti malam hari, ambillah (waktu) sehatmu untuk sakitmu dan ambillah (masa) hidupmu untuk matimu”</p>
<p style="text-align:center;">(HR Bukhari)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alrasikh.wordpress.com/796/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alrasikh.wordpress.com/796/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alrasikh.wordpress.com/796/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alrasikh.wordpress.com/796/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alrasikh.wordpress.com/796/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alrasikh.wordpress.com/796/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alrasikh.wordpress.com/796/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alrasikh.wordpress.com/796/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alrasikh.wordpress.com/796/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alrasikh.wordpress.com/796/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alrasikh.wordpress.com/796/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alrasikh.wordpress.com/796/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alrasikh.wordpress.com/796/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alrasikh.wordpress.com/796/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alrasikh.wordpress.com&amp;blog=334458&amp;post=796&amp;subd=alrasikh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alrasikh.wordpress.com/2012/01/07/mutiara-hikmah-162/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d9474964e7c7e6f0bd976364b8385ad6?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Falrasikh.wordpress.com%2Fwp-content%2Fthemes%2Fpub%2Finuit-types%2Fimages%2Fgravatar.png&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dbs</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>BUKAN ORANG PINTAR YANG INDONESIA BUTUHKAN</title>
		<link>http://alrasikh.wordpress.com/2012/01/07/bukan-orang-pintar-yang-indonesia-butuhkan/</link>
		<comments>http://alrasikh.wordpress.com/2012/01/07/bukan-orang-pintar-yang-indonesia-butuhkan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Jan 2012 01:57:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alrasikh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lembar Jumat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alrasikh.wordpress.com/?p=794</guid>
		<description><![CDATA[ إنما بعثت لأتمم مكارم الأخلاق (الحديث) “Sesunggunya aku diutus untuk menyempurnakan kemulian akhlak” (al-Hadits) Sekarat. Itulah status yang mungkin cocok untuk kita sematkan kepada makhluk bernama moral di Negara kita Indonesia. Negara yang dibangun di atas pondasi ratusan juta bangsa, berdiri dengan tembok berwarna tujuh ratus lebih bahasa -daerahnya, bangga dengan semakin banyaknya sarjana, namun [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alrasikh.wordpress.com&amp;blog=334458&amp;post=794&amp;subd=alrasikh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><strong> <strong>إنما بعثت لأتمم مكارم الأخلاق (الحديث)</strong></strong></p>
<p dir="RTL" align="center">
<p dir="RTL" align="center">“Sesunggunya aku diutus untuk menyempurnakan kemulian akhlak” (al-Hadits)</p>
<p align="center">
<p>Sekarat. Itulah status yang mungkin cocok untuk kita sematkan kepada makhluk bernama moral di Negara kita Indonesia. Negara yang dibangun di atas pondasi ratusan juta bangsa, berdiri dengan tembok berwarna tujuh ratus lebih bahasa -daerahnya, bangga dengan semakin banyaknya sarjana, namun harus tertunduk malu ketika ditanya “bagaimana penegakan hukum di negeri pancasila?”  Ya, demikianlah nasib Negeri yang menjadi kebanggaan pertiwi dengan seribu satu prestasi ini. Terlebih beberapa waktu lalu, ketika para atlit Negara Komodo ini,  berhasil merajai semarak olah raga <em>seagames</em> di Palembang, yang semakin membuat kita lupa dengan penyakit kita sendiri.</p>
<p>Bagaimana tidak sekarat, ketika mata pelajaran akhlak diwajibkan di sekolah-sekolah, etika menjadi wacana dasar pembangunan dan pencitraan bangsa, serta sikap mendahulukan orang lain dielu-elukan di satu sisi, banyak dari mereka yang kita anggap sebagai pionir perjuangan bangsa, justru memberikan contoh yang sangat tidak baik untuk dikonsumsi oleh semua golongan -di sisi yang lain. Aspal dipreteli, pembuatan undang-undang disiasati, hukum diciderai, sampai kebijakan negara yang seharusnya berorientasi pada kesejahteraan rakyat pun, tak dapat dibuat kecuali dengan jalan kompromi. Ada apa sebenarnya dengan pejabat-pejabat itu? Bukankah 90 % lebih dari mereka itu adalah sarjana? Yang pastinya telah menempuh pendidikan dalam kurun waktu yang cukup lama.</p>
<p>Mengawali jawaban dari tanda tanya-tanda tanya di atas, penulis memiliki pengalaman yang tidak ada salahnya jika kita simak bersama. Dalam suatu kesempatan, penulis pernah dikagetkan oleh kata-kata seorang anak kecil. Kata-kata tersebut seperti ini: <em>“aku tidak mau menjadi orang pintar</em><em>!</em><em>”</em>. Agak aneh memang kata-kata ini terdengar, tetapi setelah bertanya kepada anak tersebut, penulis memaklumi mengapa bisa demikian? Selidik punya selidik, ternyata hal itu dipengaruhi oleh apa yang anak tersebut tonton di media masa. Dia menyaksikan banyak orang yang ia anggap pintar tapi justru korupsi, orang yang berpendidikan tinggi tapi justru melakukan kejahatan, orang yang gelarnya berkoma sepuluh justru menindas orang-orang kecil, dan tentunya ketidakbaikan orang-orang yang berilmu tinggi lainnya, yang menjadikannya tidak mau menjadi sosok manusia pintar.</p>
<p>Cerita pendek di atas merupakan sebuah gambaran akan rasa kecewa seorang anak yang sebenarnya mengfigurkan orang-orang pintar, namun karena keluguannya dalam menilai apa yang disaksikan, ia urung untuk menjadi orang pintar. Hal ini karena tidak sedikit –kalau tidak mau mengatakan terlalu banyak- orang berpendidikan yang justru lebih buruk dari mereka yang tidak berpendidikan.</p>
<p>Kita tentu sanggup mengatakan bahwa Indonesia tidaklah kekurangan SDM yang berilmu. Banyak sarjana-sarjana baru, politikus-politikus berdasi, menteri-menteri berotak brilian, tapi kita juga tidak mampu untuk memungkiri bahwa hampir 100 % pelaku korupsi adalah salah satu dari mereka. Oleh karena itu, akhlak yang baik—yang juga biasa disebut dengan moral—menjadi begitu penting untuk dimiliki oleh siapapun, lebih-lebih para pemimpin bangsa ini.</p>
<p>Melihat sekian banyak ulah mengecewakan dari beberapa manusia yang selama ini kita tokohkan,  maka yang sebenarnya dibutuhkan oleh setiap bangsa di manapun itu, bukanlah orang yang berilmu saja, tapi juga sosok yang memilik akhlak yang baik. Akhlak yang mampu menjadi pendamping bagi ilmunya.</p>
<p><strong>Apa itu Akhlak?</strong></p>
<p>Berkaitan dengan akhlak, Imam Ghazali mendefinisikannya sebagai berikut: “<em>Khuluq (akhlak) adalah sifat yang tertanam dalam jiwa yang mendorong lahirnya perbuatan dengan mudah dan ringan, tanpa pertimbangan dan pemikiran mendalam.” </em>(al-Ghazali: <em>Ihya’ Ulum al-Din</em>, 1989)</p>
<p>Berdasarkan pengertian di atas, maka suatu perbuatan dapat disebut akhlak yang baik apabila dilakukan secara spontan dan tidak ada paksaan atau intervensi orang lain. Bagitu pula sebaliknya, suatu perbuatan bisa disebut akhlak yang buruk apabila ia dilakukan secara spontan—tidak banyak fikiran dan pertibangan—lebih-lebih dipengaruhi orang lain. Itulah akhlak, menurut Imam Ghozali.</p>
<p>Dengan demikian, maka apa yang orang lakukan setiap hari tanpa banyak berpikir, itulah akhlak sejatinya. Akhlak, bukan apa yang dilakukan oleh manusia seribu satu wajah di depan orang. Tapi akhlak adalah perbuatan manusia yang senantiasa dilakukannya secara langsung, spontan, di manapun ia berada. Sepi ataupun ramai, susah ataupun senang, orang yang berakhlak, akan tetap melakukan hal-hal yang baik bagi dirinya dan orang lain.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Mengapa Akhlak?</strong></p>
<p>Beberapa tindak kejahatan yang dilakukan oleh orang-orang kenamaan di Negeri ini kiranya dapat menjawab pertanyaan ini. Keilmuan yang dimiliki seseorang tidaklah bisa memberikan jaminan pada kita, bahwa mereka akan bertindak sesuai dengan konsep baik-buruk yang diketahuinya. Hal ini karena amal tidak selalu berbanding lurus dengan ilmu seseorang. Alih-alih tidak dilandaskan pada orientasi yang benar, ilmu justru menyeret pemiliknya kedalam lembah-lembah kehinaan. Seperti yang terjadi pada penjahat-penjahat berdasi yang sering berhaji itu. Persis seperti yang digambarkan  dalam untaian hikmah berikut: “<em>Barang siapa yang bertambah ilmunya namun tidak bertambah perolehan hidayahnya maka tidaklah bertambah antara Allah dan dirinya melainkan semakin jauh</em>”.</p>
<p>Berbeda dengan orang berilmu, seseorang yang shaleh akhlaknya, akan memiliki rasa solidaritas yang tinggi. Ia akan cenderung mengutamakan kepentingan orang lain di atas kepentingannya sendiri. Ia telah meleburkan dirinya kedalam kepentingan-kepentingan orang yang membutuhkan bantuan. Eksistensinya justru ia wujudkan dengan menegaskan dan menguatkan eksistensi orang lain. Sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah saw yang selalu sibuk untuk kepentingan umatnya.</p>
<p>Orang-orang dengan tipe seperti ini justru akan senang tatkala orang lain bisa senang. Jangankan keshalehan individu, keshalehan sosialnya saja sudah sedemikian matang dan mapan. Pemimpin-pemimpin seperti ini, serasa tak mungkin lagi melakukan kejahatan, hanya karena ingin menumpuk-numpuk kekayaan, mencari nama, dan sebagainya. Tidak mungkin mereka korupsi, mengkebiri HAM, lebih-lebih memfitnah orang lain untuk menutupi kesalahan sendiri. Hal ini karena mereka memiliki akhlak yang begitu mulia, yaitu akhlak kenabian, akhlak yang mewakafkan diri untuk membantu orang lain.</p>
<p>Oleh karenanya lah kemudian keshalehan seseorang tidak diukur dari apakah ia membaca qunut atau tidak pada saat shalat subuh? Apakah ia menjaharkan basmalah atau tidak ketika shalat? Apakah ia tidak pernah tidur di malam hari dan selalu berpuasa di siang hari? Dan apakah ia selalu memutarkan tasbih tanpa henti? tapi keshalehan diukur dari seberapa baik akhlaknya kepada orang lain (Jalaludin Rahmat: 2007).</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Tak Perlu Mencemooh Orang Lain</strong></p>
<p>Melihat apa yang telah terjadi, boleh-boleh saja kita merasa prihatin, namun juga kita tidak boleh menyematkan predikat buruk kepada pihak-pihak yang kebetulan saat ini sedang terlihat sedemikian buruk, karena mungkin saja kita yang saat ini masih terlihat baik ini ternyata tak ubahnya seperti mereka, atau justru lebih parah mungkin. Hanya saja, keberuntungan kita adalah tidak mendapat kesempatan atau mungkin belum ketahuan.</p>
<p>Cukuplah kiranya bagi kita untuk terus belajar menjadi baik bagi diri sendiri dan lebih-lebih bagi orang lain. Dengan demikian mungkin akan lebih efektif dalam rangka mengajak orang lain kepada akhlak baik. <em>Al-Da’watu bi al-Qudwati</em> kata para praktisi dakwah. Berdakwah dengan menunjukkan perilaku yang bisa dijadikan teladan yang baik.</p>
<p><strong>Epilog</strong></p>
<p>Berangkat dari keprihatinan yang sedang melanda bangsa kita saat ini, penulis mengajak seluruh pembaca untuk senantiasa berusaha menjadi orang yang terbaik pada posisinya masing-masing. “<em>be the best of whatever you are,”</em><em> </em>kata <em>Douglas </em><em>Malloch</em> ke<em>tika memberi judul puisinya</em>.Tidak usah mencemooh mereka yang yang sementara orang menyebutnya bersalah, cukuplah kita berkata <em>ibda’ bin Nafsi</em> kepada diri sendiri dan lekas melaksanakannya. Mudah-mudahan Allah masih bersedia membimbing bangsa indonesia untuk bisa menjadi manusia pandai yang berakhlak. Karna bukan orang pintar yang diinginkan Tuhan, tapi manusia yang berakhlak. Bukankah rasulullah diutus tidak untuk menyempurnakan ilmu atau hukum? tapi untuk menyempurnakan akhlak? Sehingga sabdanya berbunyi: “<em>Sesunggunya aku diutus untuk menyempurnakan kemulyaan akhlak</em>.”</p>
<p>Apa jadinya jikalau kita terlebih para pemimpin bangsa yang berada di lini depan perjuangan ini hanya bisa menjadi pendongeng yang pandai membaca dan menulis tanpa pandai besikap. Kita akan menjadi pihak yang kurang toleran dengan mengatas namakan ilmu pengetahuan tapi implementasi untuk bersikap baik dalam kehidupan menjadi nihil. <em>Akhtatimu bi ihdinā as-shirātha al-Mustaqīm</em>.[]</p>
<p align="right"><strong> </strong></p>
<p align="right"><strong>Hasan Al Antor</strong></p>
<p align="right">Santri Pondok Pesantren UII</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alrasikh.wordpress.com/794/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alrasikh.wordpress.com/794/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alrasikh.wordpress.com/794/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alrasikh.wordpress.com/794/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alrasikh.wordpress.com/794/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alrasikh.wordpress.com/794/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alrasikh.wordpress.com/794/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alrasikh.wordpress.com/794/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alrasikh.wordpress.com/794/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alrasikh.wordpress.com/794/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alrasikh.wordpress.com/794/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alrasikh.wordpress.com/794/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alrasikh.wordpress.com/794/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alrasikh.wordpress.com/794/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alrasikh.wordpress.com&amp;blog=334458&amp;post=794&amp;subd=alrasikh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alrasikh.wordpress.com/2012/01/07/bukan-orang-pintar-yang-indonesia-butuhkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d9474964e7c7e6f0bd976364b8385ad6?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Falrasikh.wordpress.com%2Fwp-content%2Fthemes%2Fpub%2Finuit-types%2Fimages%2Fgravatar.png&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dbs</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
